quote

A Little Thing Called Love's quote

Sunday, November 06, 2011

All of us have someone who is hidden in the bottom of the heart. when we think of him, we will feel like umm.. always feel a little pain inside, but we still want to keep him. eventhough i don't know where he is today, what is he doing. but he is the one who makes me know this "A Little Thing Called Love"


-- Nam - A Little Thing Called Love

quote

quote of today

Wednesday, March 30, 2011

Lagi-lagi menemukan sebuah kutipan yang bagus dari salah satu novel yang gw baca. judulnya adalah Our Story karangan Orizuka.

The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams

--Eleanor Roosevelt

masa depan adalah milik mereka yang percaya pada keindahan mimpi mereka :D

education

Sekolah Kehidupan (Langit dan Jurang)

Friday, January 28, 2011

selama saya kerja hampir sebulan ini untuk mengisi liburan kuliah, saya cukup mengalami banyak pelajaran yang bisa diambil. iya loh saya kerja. hehehe untuk pertama kalinya nih. sebenernya hampir tiap sabtu saya ikut bantu2 senior set up perpus di SD-SD negeri, tapi kalo yg kali ini beneran sendiri :) oke balik lagi ke topik.

kalo ditanya kerja apaan saya juga bingung. dibilang pustakawan juga bukan karena tugasnya nggak ngurusin peminjaman/pengembalian buku. kerjaan saya itu cuma membuat klasifikasi buku, call numbernya, lalu memasukkan ke dalam Senayan (salah satu software untuk perpustakaan). jadi jangan tanya saya kalo saya kerja apaan, ga tau jawabannya. hehe

saya itu kerja di sebuah SD --iya SD tapi punya tata perpustakaan yang udah bagus-- Swasta dibilangan Bangka, Kemang, Jakarta Selatan. cukup jauh dari rumah saya yang ada di Jakarta Timur. perjalanan dari rumah ke sekolah ataupun sebaliknya bisa menghabiskan waktu 1,5 jam (kalo gamacet2 banget) jadi pp yaaaaa 3 jam -.- emang deh ya Jakarta suka ngga bisa diprediksi macetnya. bener2 gila2an. itu aja nggak lewat kemang ya, kalo lewat kemang, dih amit2 deh macetnya (ngeluh dikit yaa). saya bolak-balik rumah-sekolah hampir sebulan ini tetep aja masih nggak bisa adaptasi sama jalanan Jakarta yang macet. kebiasaan ke UI lancar jaya aja sih ya, 20 menit naek angkot juga nyampe.

iya-iya baiklah ini udah tambah ngalor-ngidul ngga tau ke mana. dan inilah beberapa pelajaran yang saya tangkap dari Sekolah Kehidupan selama hampir sebulan ini:

*ada satu kisah miris yang terjadi antara ketika di sekolah dengan di jalanan, baik pergi maupun pulang tapi keseringan pas pulang. buat saya ini ngenes abis. disatu sisi (di jalanan) sering banyak pengamen anak2 yang terpaksa harus ikut mencari nafkah untuk kehidupannya. bahkan mereka ngomong bahasa indonesia aja belom lancar. jadi bisa dibayangkan bagaimana nyanyian mereka banyak huruf2 yang miss karena ketidak lancaran mereka, padahal usia mereka kalau saya taksir mungkin setara dengan anak2 usia 8-9 tahun. baju yang mereka kenakan pun sudah tidak layak pakai menurut saya, tapi yah apa mau dikata namanya juga nggak punya biaya untuk beli baju. dan ini berbanding sangaaaattt terbalik dengan keadaan di sekolah tempat saya kerja. di sekolah ini anak2 usia segitu biasanya setara dengan kelas 2,3, atau 4 yang bikin miris adalah bila dijalanan mereka belom lancar berbicara bahkan berbicara bahasa indonesia tapi di sekolah ini anak2 usia segitu udah lancar semua ngomong bahasa inggris. setiap hari pun pulang pergi selalu diantar mobil. pakaian mereka bersih2 bener2 bedaaaa banget sama keadaan di jalan. ini merupakan potret paling jelas yang bisa diliat dari wajah Indonesia saat ini. disatu daerah yang sama, disatu tempat yang sama, ada dua perbedaan yang sangat amat berbeda bagaikan langit dan jurang, kemiskinan dan kekayaan. menurut saya yang paling bertanggung jawab dari ini semua adalah pemerintah. suka heran deh kenapa para anggota dewan banyak yang seolah2 menutup mata sama hal2 seperti ini. padahal hampir kapanpun dan dimanapun mereka udah dikasih "clue" oleh Tuhan mengenai bagian2 apa saja yang harus mereka "perbaiki" karena ini kan tugas mereka. sementara rakyat bisa apa? minimal hanya bisa membantu dengan memberikan koin 500 rupiah atau 1000 mereka. tidak seperti pemerintah yang "mungkin" bisa memberikan mereka rumah yg layak mungkin? atau minimal memberi makan? *oke stop ngomongin pemerintah, suka makin emosi :p*

*yang kedua juga datang dari jalanan. ini antara pengamen dan anak SMA. iyap bisa dibilang antara orang yang "berpendidikan" dan --maaf-- kurang berpendidikan. sekitar tiga hari yang lalu saya pulang seperti biasa naik metro mini. terus di jalan ada dua orang pengamen naek, yaudah mereka ngamen deh tuh. selang beberapa menit kemudian naeklah beberapa anak SMA. gw sih menduga ada yg naek dari belakang, dan tiga orang naek dari depan. yang naek dari depan ini dua orang cewe dan seorang cowok. terus salah seorang cewek ini ngomong sama temennya yang sepertinya dibelakang itu. tau sendiri kan kalo naek metro mini nada suara mesti sekenceng apa? sama orang disebelah aja harus setengah teriak apalagi sama orang yang dibelakang. dan itu lah yang dilakukan bocah SMA itu, dia ngobrol dengan suara yang besar dan khas cerewetnya anak SMA --jujur aja saya juga merasa tertanggu--. nah saya beranggapan kalau pengamen ini agak marah karena suaranya dia teredam sama suara si boma (bocah SMA) ini karena kemudian dia ngomong gini "hargain dong dek saya disini ngamen. nggak pernah diajarin apa di sekolah caranya menghargai orang? saya aja yang pengamen tau, masa situ yang sekolah nggak ngerti." saya masih inget jelas banget itu kata2 si pengamen karena emang menohok banget (kesannya si boma ini nggak punya perilaku yang baik karena teriak2 begitu). dan setelah saya perhatikan mereka2 semua para boma ini adalah anak dari salah satu madrasah aliyah loh. aduuhhh bener2 bikin malu. sekolah di sekolah Islam tapi kelakuan minus banget. yang bikin tambah minus adalah boma2 yang cewek ini nggak pake jilbab dan jilbabnya cuma disampirin gitu doang dipundak. duh bener2 deh, minimal kalo nggak mau make jilbab langsung aja deh masukin ke dalem tas, nggak usah pake disampir2in, nggak malu apa ya ama nama sekolah mereka (dilengan kanan ada bet sekolah mereka). hemmm..

yaahhh itulah beberapa hal yang saya alami selama hampir sebulan ini --nggak tiap hari sih-- tapi cukup sangat memberikan pelajaran.

dimanapun dan kapanpun berlakulah baik dengan orang lain maka orang lain pun akan berlaku baik terhadapmu --gals

-best regards-
gals

quote

Heavenly Forest (Tada, Kimi wo Aishiteru)

Wednesday, January 19, 2011

ada yang udah pernah nonton Heavenly Forest? Sekarang gw mau post tentang film tersebut. Heavenly Forest adalah sebuah film Jepang. judul aslinya adalah Tada, Kimi Wo Aishiteru. pemainnya adalah Tamaki Hiroshi dan Aoi Miyazaki. sebenernya ini film udah lama. produksi tahun 2006. tapi emang dasar gw dulu kalo mau nonton film Jepang mesti ada Kanata Hongo-nya jadi gw gatau dah ama film ini.

nah ini resensinya dan poster dapat dilihat di sini (terlalu ekstrem kalo gw pajang di blog gw :p)..

kisah ini dimulai dengan latar Amerika Serikat. di dalem bis ada seorang cowok Jepang yang lagi megang surat gitu. cowok itu namanya Makoto Segawa (Tamaki Hiroshi) dia ke Amerika karena ingin menemui seseorang yang menulis surat itu. siapa diaaa??

kisah kemudian berganti ketika dia mengingat masa lalunya ketika di Jepang. yaitu pas lagi penerimaan mahasiswa baru gitu di universitasnya. tapi Makoto nggak ikutan karena dia nggak mau membuat orang lain nggak nyaman dengan baunya. bukan, bukan, dia nggak punya masalah dengan bau badannya kok. dia punya masalah dengan penyakitnya. iyaaa dia punya penyakit gitu (gw gatau nama penyakitnya apa) yang rasa sakitnya hanya bisa diilangin sama semacem balsem gitu, karena sepanjang cerita sering ada adegan dia ngolesin balsem gitu ke tempat sakitnya. nahh yang bikin bau adalah balsemnya ini. teruuusss dia memilih untuk jalan-jalan, dan akhirnya bertemu dengan Shizuru Satonaka (Aoi Miyazaki). Shizuru juga merupakan mahasiswa baru, dia juga nggak begitu suka bergaul dengan mahasiswa lain.

singkat cerita kemudian mereka berteman. they're not really friends because shizuru menyimpan perasaan berbeda terhadap Makoto (like love at the first sight maybe). mereka juga punya tempat rahasia. sebuah hutan yang tertutup gitu. di sana Makoto suka motret segala macem objek, dari awal emang diceritakan kalo Makoto suka banget fotografi. suatu hari Makoto ngajak Miyuki dateng ke hutan tersebut. Miyuki adalah teman Makoto, perempuan yang disukain Makoto. Shizuru kemudian cemburu gitu, karena ngerasa kalau hutan tersebut cuma rahasia mereka berdua aja.

cukup gamblang sih difilm ini diceritain gimana perasaan Shizuru ke Makoto. laluuuu kisah berlanjut ke Shizuru yang kabur dari rumah karena bertengkar dengan ayahnya dan adiknya yang meninggal. ia kemudian ingin tinggal di kampus, tapi Makoto menawarinya tinggal bareng. yaudah deh dia jadi tinggal di rumahnya Makoto. suatu malam Makoto nanyain ulang tahunnya Shizuru dan nanti Shizuru mau minta apa. Shizuru bilang kalo dia minta sebuah ciuman dari Makoto. Makoto tentu aja kaget, tapi akhirnya disanggupin karena Shizuru bilang kalo itu untuk Photography Competitionnya. yaudah besokan paginya mereka ke hutan dan ciuman disana.

disitu Makoto baru sadar kalau sebenernya yang dia sayangi adalah Shizuru bukan Miyuki. Makoto kemudian berpikir kalau ciuman itu merupakan awal dari hubungannya dengan Shizuru. tapi siapa sangka ternyata itu justru akhir dari segalanya. Shizuru pergi begitu aja dari kehidupan Makoto. ternyata kepergiannya itu adalah untuk saved her own life. ternyata selama ini Shizuru mengidap suatu penyakit cukup aneh, yaitu penyakit tersebut akan semakin berkembang (parah) kalau orang itu tumbuh dewasa. penyakit itu pulalah yang membuat ibunya dan adiknya meninggal. makanya meskipun dia udah mahasiswa waktu ketemu Makoto tapi dia tetep bertingkah kayak anak-anak, itu semua untuk membuat dirinya tetap tidak tumbuh dewasa. tapi sejak bertemu dengan Makoto dia selalu bilang kalau dia akan segera tumbuh dewasa dan jadi perempuan yang nggak akan diduga oleh Makoto, dan membuat Makoto menyesal karena udah mencampakkannya.

apakah Shizuru berhasil "tumbuh" dewasa? di mana Shizuru berada? benarkah di Amerika?
well mending ditonton langsung aja deh. nggak seru kalo diceritain juga. hehe..

kalo menurut gw ini film bagus banget. jalan ceritanya cukup nggak terduga. seru dan sedih T.T. banyak kata-kata yang cukup menyentuh hati juga. over all I like this film..

berikut sedikit parade kata-kata-nya..

"You make people really happy, then send them straight down to the bottom of hell" --Shizuru

"I just want to love the person I love loves" --Shizuru

"I'm glad I'm born as me, not anybody else" --Shizuru

"I started to love you more than anyone else in the world, you know?" --Shizuru

"You were my everything" --Makoto

best regards
gals

quote

quotes of today

Monday, January 17, 2011

"Setinggi apa pun kamu terbang nanti, jangan pernah lupakan tanah tempatmu berpijak dulu. karena bisa jadi suatu saat kamu akan terhempas ke tanah itu lagi.."
--gals

quote

quote of today

Tuesday, January 11, 2011


"we can't predict whether the relationship is
fated for good or bad whenever we meet
someone
for the first time.
"
--Dream High Eps. 2

quote

quote of today

Monday, December 20, 2010


"if u want to know the real of someone, look from how they solve their own problem" --my father

quote

face it

Saturday, December 18, 2010


"nggak usah takut sama apa yang ada di depan mata sekarang ini. hadapi aja. percaya aja karena setiap orang pasti akan mengalami malam, dan malam pasti akan berubah menjadi siang :)" --gals

quote

quotation wisdom

Monday, October 11, 2010

i just found an inspirational quotation from Cosmo Girl! magazine Indonesia. and here the quotation

"I enjoy every moments of my young age. the smiles, the laugh, the fun, the love, the sad, the bad, even the ugly. because when we are young, we have nothing to lose. all we need to do is just learning along the way."

from: Cosmo Girl! Indonesia Oktober edition

clown edition

clown clown clown

Wednesday, October 06, 2010

ini adalah sebuah cerita tentang seorang badut. si badut sedang mengenakan topeng. topeng yang sangat sangat sangat tebal sehingga orang lain tidak tahu seperti apa wajahnya yang asli. si badut beberapa kali mencoba untuk melepaskan topeng tersebut, tapi tidak bisa. karena sudah sangat nyaman dengan topengnya. si badut paham kalau ia tidak hanya sedang membohongi orang lain tetapi juga dirinya sendiri dengan topeng tersebut.

a clown is still a clown dengan make up yang tebal dan pekerjaannya yang membuat orang lain bahagia. tanpa orang lain sadari kalau si badut sebenarnya sedang bersedih. orang lain tidak akan peduli dengan perasaan si badut yang penting saat berada di tempat umum ia harus terlihat bahagia. karena kalau ia terlihat sedang bersedih maka dia ngga akan laku, ngga akan disenangi oleh orang lain, dan ngga akan ada seorang pun yang mau menjadi temannya. ia rela membohongi diri sendiri dan mengesampingkan keinginannya demi orang lain.

saat seseorang sudah merasa nyaman dengan dirinya sendiri maka ia akan sulit untuk merubahnya atau pun keluar dari perasaan nyaman tersebut. begitupun dengan si badut. ia sudah merasa sangat nyaman dengan make up dan topeng yang tebal. ia tidak bisa menunjukkan dirinya yang sebenarnya seperti apa. si badut sudah membekukan perasaan mementingkan diri sendiri. biarkan saja ia tidak diperhatikan perasaannya oleh orang lain, hatinya sudah beku oleh perasaan-perasaan tersebut. sudah sangat beku, jadi untuk apa diperdulikan? a clown will forever remain a clown.

--nobody cares when the tears of a clown fall down--
(Clown-Mariah Carey)


best regards
-gals-

puisi

Bulan dan Matahari

Tuesday, August 24, 2010

as usual, i made the poem and i get inspiration in hwajangsil (kamar mandi). hahaha the most inspirational place for me is my hwajangsil. aduhhh jorok deh ya. but seriously, when i take a bath this evening suddenly pikiran saya melayang ke sono. and here my poem :)

Bulan dan Matahari

Tidak pernah saling bertemu
Tidak dapat bertemu
Tidak dapat bertegur sapa
Seberapa pun inginnya
Seberapa pun rindunya
Tidak bisa saling mengungkapkan

Berbeda dunia
Berbeda keadaan
Bertolak belakang
Seberapapun ingin menyatu
Seberapa keraspun berusaha

Seperti bulan dan matahari yang hanya dapat mengagumi dari jauh
Seperti bulan dan matahari yang hanya dapat berkomunikasi melalui perantara
Seperti bulan dan matahari yang hanya dapat saling menitip pesan
Selamanya, seumur hidupnya, hingga saatnya binasa


--Galuh Ayu Puspita

-best regards-
gals