education

kenapa makan diluar mahal?!

Saturday, January 29, 2011

pertanyaan: kenapa kalau makan di luar rumah (kecuali Kansas -ini tempat makan paling murah di kolong langit ini :p) harganya lebih mahal daripada makan di rumah?


jawaban: kalo kata ayah karena kita tidak hanya membayar harga makanan itu saja, tapi kita juga membayar "suasana" dari tempat makan tersebut. karena suasana antara makan di rumah dengan di luar rumah pasti berbeda, dan perbedaan itu pulalah yang membuat harga makan di luar jadi lebih mahal, jadi tanpa disadari untuk menikmati suasana di tempat tersebut sebenernya ga gratis alias bayar.

education

Sekolah Kehidupan (Langit dan Jurang)

Friday, January 28, 2011

selama saya kerja hampir sebulan ini untuk mengisi liburan kuliah, saya cukup mengalami banyak pelajaran yang bisa diambil. iya loh saya kerja. hehehe untuk pertama kalinya nih. sebenernya hampir tiap sabtu saya ikut bantu2 senior set up perpus di SD-SD negeri, tapi kalo yg kali ini beneran sendiri :) oke balik lagi ke topik.

kalo ditanya kerja apaan saya juga bingung. dibilang pustakawan juga bukan karena tugasnya nggak ngurusin peminjaman/pengembalian buku. kerjaan saya itu cuma membuat klasifikasi buku, call numbernya, lalu memasukkan ke dalam Senayan (salah satu software untuk perpustakaan). jadi jangan tanya saya kalo saya kerja apaan, ga tau jawabannya. hehe

saya itu kerja di sebuah SD --iya SD tapi punya tata perpustakaan yang udah bagus-- Swasta dibilangan Bangka, Kemang, Jakarta Selatan. cukup jauh dari rumah saya yang ada di Jakarta Timur. perjalanan dari rumah ke sekolah ataupun sebaliknya bisa menghabiskan waktu 1,5 jam (kalo gamacet2 banget) jadi pp yaaaaa 3 jam -.- emang deh ya Jakarta suka ngga bisa diprediksi macetnya. bener2 gila2an. itu aja nggak lewat kemang ya, kalo lewat kemang, dih amit2 deh macetnya (ngeluh dikit yaa). saya bolak-balik rumah-sekolah hampir sebulan ini tetep aja masih nggak bisa adaptasi sama jalanan Jakarta yang macet. kebiasaan ke UI lancar jaya aja sih ya, 20 menit naek angkot juga nyampe.

iya-iya baiklah ini udah tambah ngalor-ngidul ngga tau ke mana. dan inilah beberapa pelajaran yang saya tangkap dari Sekolah Kehidupan selama hampir sebulan ini:

*ada satu kisah miris yang terjadi antara ketika di sekolah dengan di jalanan, baik pergi maupun pulang tapi keseringan pas pulang. buat saya ini ngenes abis. disatu sisi (di jalanan) sering banyak pengamen anak2 yang terpaksa harus ikut mencari nafkah untuk kehidupannya. bahkan mereka ngomong bahasa indonesia aja belom lancar. jadi bisa dibayangkan bagaimana nyanyian mereka banyak huruf2 yang miss karena ketidak lancaran mereka, padahal usia mereka kalau saya taksir mungkin setara dengan anak2 usia 8-9 tahun. baju yang mereka kenakan pun sudah tidak layak pakai menurut saya, tapi yah apa mau dikata namanya juga nggak punya biaya untuk beli baju. dan ini berbanding sangaaaattt terbalik dengan keadaan di sekolah tempat saya kerja. di sekolah ini anak2 usia segitu biasanya setara dengan kelas 2,3, atau 4 yang bikin miris adalah bila dijalanan mereka belom lancar berbicara bahkan berbicara bahasa indonesia tapi di sekolah ini anak2 usia segitu udah lancar semua ngomong bahasa inggris. setiap hari pun pulang pergi selalu diantar mobil. pakaian mereka bersih2 bener2 bedaaaa banget sama keadaan di jalan. ini merupakan potret paling jelas yang bisa diliat dari wajah Indonesia saat ini. disatu daerah yang sama, disatu tempat yang sama, ada dua perbedaan yang sangat amat berbeda bagaikan langit dan jurang, kemiskinan dan kekayaan. menurut saya yang paling bertanggung jawab dari ini semua adalah pemerintah. suka heran deh kenapa para anggota dewan banyak yang seolah2 menutup mata sama hal2 seperti ini. padahal hampir kapanpun dan dimanapun mereka udah dikasih "clue" oleh Tuhan mengenai bagian2 apa saja yang harus mereka "perbaiki" karena ini kan tugas mereka. sementara rakyat bisa apa? minimal hanya bisa membantu dengan memberikan koin 500 rupiah atau 1000 mereka. tidak seperti pemerintah yang "mungkin" bisa memberikan mereka rumah yg layak mungkin? atau minimal memberi makan? *oke stop ngomongin pemerintah, suka makin emosi :p*

*yang kedua juga datang dari jalanan. ini antara pengamen dan anak SMA. iyap bisa dibilang antara orang yang "berpendidikan" dan --maaf-- kurang berpendidikan. sekitar tiga hari yang lalu saya pulang seperti biasa naik metro mini. terus di jalan ada dua orang pengamen naek, yaudah mereka ngamen deh tuh. selang beberapa menit kemudian naeklah beberapa anak SMA. gw sih menduga ada yg naek dari belakang, dan tiga orang naek dari depan. yang naek dari depan ini dua orang cewe dan seorang cowok. terus salah seorang cewek ini ngomong sama temennya yang sepertinya dibelakang itu. tau sendiri kan kalo naek metro mini nada suara mesti sekenceng apa? sama orang disebelah aja harus setengah teriak apalagi sama orang yang dibelakang. dan itu lah yang dilakukan bocah SMA itu, dia ngobrol dengan suara yang besar dan khas cerewetnya anak SMA --jujur aja saya juga merasa tertanggu--. nah saya beranggapan kalau pengamen ini agak marah karena suaranya dia teredam sama suara si boma (bocah SMA) ini karena kemudian dia ngomong gini "hargain dong dek saya disini ngamen. nggak pernah diajarin apa di sekolah caranya menghargai orang? saya aja yang pengamen tau, masa situ yang sekolah nggak ngerti." saya masih inget jelas banget itu kata2 si pengamen karena emang menohok banget (kesannya si boma ini nggak punya perilaku yang baik karena teriak2 begitu). dan setelah saya perhatikan mereka2 semua para boma ini adalah anak dari salah satu madrasah aliyah loh. aduuhhh bener2 bikin malu. sekolah di sekolah Islam tapi kelakuan minus banget. yang bikin tambah minus adalah boma2 yang cewek ini nggak pake jilbab dan jilbabnya cuma disampirin gitu doang dipundak. duh bener2 deh, minimal kalo nggak mau make jilbab langsung aja deh masukin ke dalem tas, nggak usah pake disampir2in, nggak malu apa ya ama nama sekolah mereka (dilengan kanan ada bet sekolah mereka). hemmm..

yaahhh itulah beberapa hal yang saya alami selama hampir sebulan ini --nggak tiap hari sih-- tapi cukup sangat memberikan pelajaran.

dimanapun dan kapanpun berlakulah baik dengan orang lain maka orang lain pun akan berlaku baik terhadapmu --gals

-best regards-
gals

cerita

Ulysses Moore

Thursday, December 23, 2010

ihiyyy malem ini pulang kampus dan sudah menemukan ini diatas cooler laptop gw. wedeehh apaan nih, dipikiran gw udah macem2 aja deh isinya. tapi gw bisa nebak sih kalo ini tuh isinya buku or something like that karena bentuknya yang kotak-kotak begitu.

karena gw penasaran langsung aja gw buka itu kado. kagak pake dah pelan-pelan lagi. langsung aja brak-brek-brok. dan taraaannnggg ini lah isinyaaa..

benerkan tebakan gw kalo isinya tuh buku. wohooo Ulysses Moore 4. senangnya dibeliin sesuai dengan apa yg gw inginkan :) Terima Kasih buat adek gw yang rela uang jajannya dipake buat beliin ini buat gw hahahha :)

ini buka sama suratnya. isi suratnya yaaa standar lah ucapan selamat ulang tahun dari adek gw, secara 2 hari yg lalu gw baru ultah.

nahhh ini baru bukunyaaa Ulysses Moore: Pulau Topeng. ini tuh sebenernya lanjutan dari serial Ulysses Moore lainnya. total sih ada 5 buku. tapi gw baru punya 3 dan sama ini jadi 4. yang ke-5 nih yang belom punya. ayo, ada yang berminat beliin lagi? :p

ahiyaaa ini itu cerita anak-anak gitu. iya gw tau ga pantes dibaca sama gw yang udah 19 tahun ini -.- tapi gimana yah, ceritanya seru banget sih, petualangan-petualangan gitu deh.

jadi awal ceritanya ini dimulai dari kepindahan sebuah keluarga yang punya anak kembar namanya Jason dan Julia Covenant. mereka ini pindah ke sebuah rumah yang bernama Argo Manor yang terletak di Kilmore Cove, Cornwall, Inggris. petualangan mereka dimulai karena di dalam rumah tersebut ada pintu rahasia yang bisa membawa mereka kepada bahaya, dan kejutan yang tidak terduga. mereka berdua dibantu oleh salah satu anak asli daerah tersebut bernama Rick Banner. dan akhirnya merekapun menemukan pintu tersebut dan bener aja mereka menemukan bahaya dan kejutan yang tidak terduga (Ulysses Moore: Pintu Waktu)

ketika pintu waktu tersebut ditemukan mereka pun masuk ke dalamnya dan pintu itu kemudian membawa mereka kembali kepada masa Mesir Kuno. di buku sebelumnya juga diceritakan bagaimana perjalanan mereka selama di Mesir Kuno. nah kalo dibuku ini diceritakan bagaimana lorong dari kedua dunia tersebut runtuh, dunia dari masa lalu dan masa sekarang. hanya Julia yang berhasil kembali ke masa kini sementara Jason dan Rick tetap tertinggal di Mesir Kuno. Jason dan Rick harus mencari cara untuk bisa terbebas dari waktu Mesir Kuno dan kembali ke Argo Manor, ke rumah mereka. nah disini juga diceritain gimana mereka harus memecahkan teka-teki dari sebuah peta yang sudah lama hilang untuk bisa kembali pulang (Ulysses Moore: Peta Yang Hilang)

akhirnya Jason dan Rick pun berhasil kembali ke Argo Manor dengan selamat. lalu dibuku yang ketiga ini diceritakan mengenai Rumah Cermin yang dibuat oleh Peter Dedalus yang seorang teman dekat dari Ulysses Moore yang menghilang selama bertahun-tahun. dibuku ini juga diceritain kalo ternyata pintu waktu itu nggak cuman ada di Argo Manor doang, tapi salah satunya ada di Rumah Cermin itu. ahiyaaa selama petualangan mereka di Mesir Kuno ada seorang musuh yang terus-terusan menghambat perjalanan mereka, namanya Oblivia Newton. gw agak2 lupa ama cerita dibuku nomer 3 ini. nanti deh yaaa gw baca lagi, trus gw post disini lagi :) (Ulysses Moore: Rumah Cermin)

naahhh seruuu kaaannn. pasti semua bertanya-tanya deh Ulysses Moore ini siapa sih? atau apa? okeee gw jelasin nih yaaa. jadi Ulysses Moore ini adalah seseorang, laki-laki. dia itu merupakan seorang penjelajah. tapi uniknya dia ini menjelajah antar ruang dan waktu. keren kan? dia bisa kembali ke masa lalu dengan kapalnya yang legendaris. mau tau dimana kapalnya? terus gimana bisa itu kapal jalan di tempat begitu? Baca aja deh sendiri yaaa. hahahha yang pasti buku2 ini tuh seru abis deh..

nah ini ketiga buku sebelumnya. sayangnya gw belum ada yg nomer 5 sih

once again thanks a lot for my lil' sister :)

-best regards-
gals

cerita

random JIP

Saturday, December 11, 2010

barusan abis nonton acara-nya Bank Mandiri gitu di salah satu stasiun TV swasta. dan gw kagum banget ngeliat salah satu profil wirausahawati-nya. keren banget. jadi dia ini mahasiswa trus disitu diceritainnya dia lagi ngeliat tenunan kain songket gitu disebuah majalah ama temennya. sayangnya gw ga denger terlalu jelas dia ngomong apaan. tau2 scene pindah ke dia lagi nanya2 gitu, dan disekitar situ ada orang2 yang lagi nenun songket gitu, nah abis itu pindah lagi deh dia ngasih salah satu songket ke temennya gitu. ternyata temennya suka, dan dia bilang kalo itu buatannya sendiri. waw banget. nah terus dia kepikiran buat jualan songket2 hasil buatannya. pertamanya dia buka toko gitu, tapi agak kurang laku. nah dia pun ngebagusin lagi tokonya, baru deh abis itu makin banyak yg dateng dan makin lama usaha tenung songketnya pun makin besar dan makin sukses. waaww gw takjub banget. masih mahasiswa tapi udah bisa berpikir sejauh itu, apalagi hasil karya sendiri.

emang udah banyak bgt anak2 muda yg sukses dgn menjadi seorang wirausahawan/wati. dan gw selalu merasa tersentil kalo nonton atau baca profile mereka. gw sering mikir, "bisa nggak ya gw begitu?" "sulit nggak sih untuk bisa jadi kayak mereka?" "butuh waktu berapa lama?" "trus modalnya pasti gede yah?". sering banget gw mikir begitu, dan makin gw pikirin malah makin bikin gw ngerasa kecil dan berpikir gw nggak bisa apa2. padahal dicoba aja belom. itu jelekknya gw, suka takut mencoba sesuatu yg menantang. sebut aja gw pengecut. tapi sumpah pengen banget gw bisa begitu, menghasilkan uang dari keahlian sendiri. dan masalahnya adalah, gw nggak punya keahlian apapun. :(

ahiyaaa tiba-tiba gw teringat diskusi gw dengan ayah disalah satu food court mall di jakarta timur.
ayah: "orang yg memulai suksesnya dari bawah pasti beda deh sama orang yang memulai suksesnya emang udah sukses duluan."
gw: "maksudnya?"
ayah: "kalo orang yg memulai suksesnya dari bawah pasti dia akan lebih menghargai hasil yang udah di dapatnya, tapi kalo yang suksesnya udah tinggal nerusin aja biasanya dia ngga terlalu menghargainya."
gw: *diem karena masih ngga ngerti*
ayah: "liat aja dari cara dia menggunakan uangnya. kalo yang memulai dari bawah dia akan lebih bijak ngegunain uangnya, ngga ada istilahnya menghambur2kan uang. kenapa? karena dia ngerasain gimana sulitnya mencari uang tersebut. tapi coba liat yg udah tinggal nerusin. dia akan lebih loyal untuk menggunakan uangnya. beli ini, hayo. beli itu juga hayo."

dan well gw cukup tersentil. gw mungkin berada dipoin ke-dua. dimana gw bisa dibilang hanya tinggal "nerusin". tapi gw juga ngga se-loyal itu ngeluarin uang. dan tiba2 setelah percakapan itu gw mikir "untuk apa deh gw ikut2an orang lain yang bisa dengan loyal-nya ngeluarin uang untuk beli ini itu yang sebenernya nggak terlalu dibutuhin banget. apalagi kalo belinya cuma buat gengsi doang. duh kasian banget orang tuanya cari uang susah2 tapi anaknya ngehamburin dengan senang2". jujur aja gw ngerasa beban banget untuk minta ini itu sama orang tua, karena apa? karena gw ngerasain gimana susahnya kehidupan orang tua gw dari gw masih kecil sampe sekarang, jadi secara ngga langsung gw menyaksikan kehidupan keluarga gw dari susah sampe alhamdulillah kayak sekarang. beda sama mereka yang udah "besar" dari mereka masih dari dalam kandungan pun.

melenceng bener yaaa dari paragraf awal. hahahha sebodo amat dah ah..

last but not least i just wanna say CONGRATULATION for my junior at JIP (jurusan ilmu perpustakaan -jurusan gw nih-) 2010 yang memenangkan musik terbaik, lighting terbaik, kostum terbaik, artistik terbaik, dan JUARA PERTAMA serta JUARA UMUM dalam Petang Kreatif (PK) 2010 (buat yg lupa atau ga tau PK itu apa bisa dibaca disini). akhirnya piala itu jatuh lagi ke tangan JIP setelah dua tahun sebelumnya di pegang oleh Belanda. SELAMAT untuk semua JIP :)

best regards
gals

curhat

diary..

Friday, December 03, 2010

well yeah sudah lama ternyata gw ga nulis diary lagi. hahaha gausah kaget karena emang nulis diary is one of my favourite hobby. ngga tau deh, buat gw diary itu:

1. time machine. iyah tiap orang ga mungkin bisa inget semua kejadian yang menimpa dirinya baik dimasa sekarang maupun dimasa lalu. itu gunanya diary menurut gw. merekam kejadian2 yang menurut kita menarik dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. suatu saat, saat lo baca2 diary itu lagi pasti bakal teringat deh, dengan tiba2 otak lo langsung kembali ke kejadian tersebut.
2. biografi. yaiyalah yaaaa karena isinya kan tentang kita pribadi
3. sejarah. duh berat deh yaaaa. hahaha. tapi pasti pernah dong denger kata2 i
ni "yesterday was history, tomorrow is mystery, and today is a gift.." dari situ juga udah jelas kan kalo hari kemarin (masa lalu) adalah sejarah, dan ada baiknya sejarah itu ditulis biar ngga lupa. kan kata Pak Karno
jas merah, jangan sekali-sekali melupakan sejarah.

well itu arti diary buat gw. tiap orang pasti punya pemikiran berbeda soal gunanya diary. malah ada banyak orang juga kok yang menganggap nulis diary itu wasting time karena buat apa ditulis2 nanti juga berlalu dengan sendirinya. tapi hey pernah nggak sih lo ngerasa pengen balik ke suatu moment yang udah lewat? dan diary akan membantu lo kalo lo dulunya pernah nulis tentang moment itu.

sebenernya kenapa gw suka nulis diary? ini berkaitan dengan sifat gw yang ga terlalu suka ngomong sih ya. gw lebih suka menuangkan pikiran dan perasaan gw lewat tulisan (ihiiiyyy). hhaha makanya gw dikenal sebagai orang yang pendiem (well jangan muntah plis).yeah intinya sih itu alesan gw suka nulis diary.

walaupun terkesan remeh, tapi apa salahnya mencoba menulis sejarahmu sendiri. dan ngga perlu nunggu adanya time machine untuk kembali ke masa lalu. cukup baca diary2 yang udah lama, dan whuuuussss kita pun terdampar kembali deh di waktu tersebut :)

aneh ya isi potingan gw ini? emaaannngg. itu karena gw abis baca diary2 gw yg lama :p

jadi inget guru gw pernah bilang "Tanpa mereka sadari, mereka yang menulis diary kehidupan mereka sesungguhnya telah menulis sejarah.."

-best regards-
gals

education

yang sekedarnya saja

Sunday, November 21, 2010

seperti biasa jadwal hari minggu sore adalah ngaji. dan kali ini ustadz saya ngebahasa tentang Surat Al Baqarah ayat 216 yang artinya kurang lebih:

"... Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu..." (Al Baqarah: 216)

ustadz saya menjelaskan katanya sebagai manusia sah-sah aja untuk menyayangi dan disayangi, tapi lihat porsinya juga. jangan terlalu sayang banget sama orang dan jangan terlalu benci juga sama orang, yang sekedarnya aja. soalnya bisa aja sesuatu yang kamu sayang justru ngga baik buat kamu, dan bisa juga sesuatu yang kamu benci justru itu yang terbaik buat kamu. begituuuu..

udah sih cuma mau posting itu aja. semoga berguna :)

-best regards-
gals

cerita

keep your trust

Friday, November 19, 2010

WAW today is a really GREAT day and GREAT closure weekday. honestly, gw ngga pernah berpikir kalau hari ini ternyata bakalan lebih dari sekedar presentasi BIPA aja. ternyata setelah presentasi BIPA yang gw pikir sangat, sangat apa yah. yah pokoknya sangat deh, tidak taunya disore hari ada yg lebih sangat dari presentasi.

aahh u should know that BIPA is one of subject in my major. singkatan dari Bahasa Inggris Profesional. yeahh presentasi BIPA tuh dilakukan sendiri2. mulai dari bikin essay, power point, presentasi, pokoknya semua serba alone deh.

well back to the main topic. lagi2 menggurita kemana2.

hemm bagaimana yah mulainya. intinya hari ini saya mendapat pelajaran yang sangat berharga. tapi bingung mau mulai cerita dari mana.

memang yah pertemanan seharusnya dibangung dari rasa saling berbagi antar teman. tidak cukup hanya dengan saling bertemu muka setiap hari, bertegur sapa setiap hari, atau hanya sekedar gosip, ngobrol dan lainnya. berbagi menurut gw perlu dilakukan untuk menghilangkan beban atau mendapatkan solusi dari suatu masalah yang kita alami. karena pemikiran setiap orang berbeda, jadi solusinya pun pasti akan berbeda dan mungkin tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. dan itu yg gw alami hari ini.

jadi beberapa minggu yang lalu ada kejadian yg tidak mengenakkan menimpa kelas gw. dan hari ini bisa dibilang adalah 'klimaks' dari kejadian tersebut. masalah tersebut akhirnya clear hari ini (meskipun gabisa dibilang clear sepenuhnya). tapi ternyata dibalik 'clearnya' masalah tersebut ada masalah lain yg muncul. dan tidak ada yg pernah menyangka kalau masalahnya akan seperti itu. sempet kaget juga tadi dengernya.

tapi itulah hidup yg udah dia--temen gw maksudnya--pilih untuk dijalaninya. dia pun sudah berterus terang akan kejadian tersebut dan semua yg menimpa dirinya. setiap orang berhak untuk mendapat maaf, begitupun dengan dia. menurut gw dia berhak untuk mendapat maaf itu. meskipun apa yg dilakukan itu tidak baik.

seperti yg gw bilang tadi kalau berbagi masalah dengan teman mungkin kita bisa mendapat solusi yg tidak terduga dan itu terjadi hari ini. seandainya dia mau cerita sebelumnya pasti semua teman2nya pun akan mau membantunya dan memberikan solusi. kalau sudah kejadian begitu kita cuma akan keilangan kepercayaan. apalagi kepercayaan dari teman-teman.

menurut gw kepercayaan itu penting. kalau orang ngga percaya sama kita ya ngga ada yg mau berteman ama kita. orang jadi ngga mau berbagi ama kita, ngga mau cerita rahasianya, yah intinya sih gitu. yang lebih penting adalah kita ngga akan bisa dikasih tanggung jawab karena kita tidak dapat dipercaya. sekali kita kehilangan kepercayaan maka biasanya kita tidak akan dipercaya lagi kedepannya. sekeras apapun kita berusaha mengembalikan kepercayaan itu tetep aja akan ada embel-embel keragu-raguan di diri orang lain. itu lah kenapa kepercayaan itu penting menurut gw. ngga cuman dalam pertemanan, tapi juga pekerjaan, kuliah, keluarga, semuanya deh.

selain itu pelajaran lainnya selain kepercayaan itu adalah solusi. iyap kalau kita punya masalah kita otomatis pasti butuh solusi. kalau kita ngerasa udah ngga bisa ngatasin suatu masalah sendiri, ada baiknya berbagi atau minta solusi dari orang lain. because everyone has their own perspective from the problem so they have different solution with other and us.

yeahh intinya sih pelajaran yg gw dapet adalah tentang KEPERCAYAAN dan SOLUSI. setiap orang selalu membutuhkan solusi dan kepercayaan.

"kepercayaan ibaratnya adalah sebuah tali. sekali tali itu putus dan diperbaiki maka semuanya tidak akan sesempurna seperti awalnya :)"

so, keep the trust from people who u love and love u :)

-best regards-
gals

education

Ilmu, Niat, Sabar, Ikhlas

Monday, October 25, 2010

hello hello (pake nada lagunya SHINee yg Hello). hahhaha.

ehemm tumben2an ini pengen ngepost pagi2 gini. kalo ngepost pagi2 gini lebih enak kalo isi postingannya yang bikin semangat. daaannn kebetulan juga gw lagi ada sesuatu yang mau gw share disini dan ini sangat amat membuat semangat. hahahha.

baiklah pelajaran ini gw dapatkan dari guru ngaji gw. jadi gini, dalam melakukan sesuatu di dunia ini dibutuhkan 4 hal didalamnya. kalo kita menjalankan yang 4 ini, insya Allah kita akan bisa lebih memaknai apa pun yang kita lakukan. dan inilah 4 hal tersebut:

1. Ilmu. segala sesuatu dimulai dengan ilmu. kalau kita ngga punya ilmu yang cukup untuk menjalankan suatu kegiatan maka apa yang kita lakukan juga ngga bermakna dan berjalan dengan lancar. misalnya kita pengen banget jadi pemusik. maka kita harus tahu ilmu2 apa yang harus dipelajari untuk bisa jadi pemusik itu.

2. Niat. pasti tau dong kalo niat itu segalanya untuk apapun yang kita lakukan. misalnya kita udah tahu nih ilmu2 untuk jadi seorang pemusik, nah abis itu yang kita butuhkan adalah niat. niatnya yaa pengen jadi pemusik.

3. Sabar. untuk bisa mewujudkan keinginan kita dibutuhkan kesabaran yang luar biasa. ngga bisa langsung instan gitu aja. sabar itu adalah sertaan dari proses yang harus kita jalanin. kayak kalo mau jadi pemusik itu setelah tahu ilmu dan memiliki niat, maka yang selanjutnya adalah prosesnya dan di dalam suatu proses pasti dibutuhkan kesabaran.

4. Ikhlas. ini adalah yang paling penting. ikhlas dengan segala hasil yang didapatkan. contohnya kayak yang mau jadi pemusik tadi. sudah memiliki ilmu, niat, dan sabar, selanjutnya adalah ikhlas. ikhlas dengan hasil yang didapatkan, entah itu memuaskan atau nggak, terima saja. akan selalu ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari hasil tersebut.

nah itu 4 hal yang melandasi segala sesuatu yang akan kita kerjakan, lakukan, dll deh. gw suka banget waktu guru ngaji gw nerangin 4 hal ini. ngga akan ada sikap putus asa kalau kita menerapkan ini semua dalam kehidupan kita.

--ILMU, NIAT, SABAR, IKHLAS--

best regards

education

Jilbab pertamaku :)

Friday, September 24, 2010

halo halo udah lama nih ga nulis blog lagi. hahahah abisnya udah mulai sibuk dengan tugas-tugas kuliah yang subhanallah nauzubillah banyaknya. tapi postingan yg satu ini ngga akan ngebahas soal tugas-tugas tersebut kok. cukup di luar ini saja (-.-).

now, i just wanna tell you about my first experience when using the JILBAB. kenapa saya mau cerita begitu? karena salah seorang teman saya sedang berniat untuk berjilbab. amiiinnn insya Allah benar-benar dilaksanakan. hemm pertama kali saya menggunakan jilbab ketika kelas 1 SMP. bukan karena keinginan sendiri waktu itu. mana ada pikiran untuk berjilbab saat itu, itu semua karena peraturan di sekolah saya yang mewajibkan para siswinya untuk berjilbab. iya bener banget saya dulu waktu SMP sekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTs) makanya wajib pake jilbab. sejak itulah saya mulai sedikit-sedikit mengerti mengenai hukum-hukum berjilbab bagi seorang muslimah. berarti saat ini saya sudah menggunakan jilbab selama hampir 7,5 tahun. alhamdulillah.

saat lulus dari MTs banyak teman-teman yg berniat dan mungkin sudah melepas jilbab. jujur aja keinginan itu ada, tapi ngga tau kenapa saat saya pergi ke suatu tempat tanpa mengenakan jilbab saya merasa telanjang. jilbab bukan lagi sekedar penutup kepala untuk saya. jilbab itu udah kayak baju yang WAJIB dipakai saat keluar rumah. aiyaaa jujur lagi nih kalo ke warung depan rumah pun saya tidak mengenakan jilbab :p. tapi kalo sudah pergi yang agak jauh sedikit dari rumah sih yah udah harus berjilbab. dan alhamdulillah niatan untuk melepas jilbab tidak terlaksana.

ketika saya SMA alhamdulillah saya masih terus berhijab, dan teman-teman SMA saya yang sebelumnya tidak berjilbab satu persatu mulai mengenakannya. entah itu sebuah nazar atau memang telah mengerti hukum-hukumnya. dan bahkan teman-teman saya yang mengenakan jilbab masih baru-baru saat itu sudah mulai mengenakan jilbab akhwat (itu julukan yg saya buat untuk perempuan2 yg berjilbab lebar/panjang) sementara saya masih mengenakan jilbab yg pendek atau kalau kata temen-temen saya "kerudung gaul". hahahha.

saat kuliah saat ini pun saya masih tetap menggunakannya. saya memiliki beberapa teman dekat di kampus. teman dekat saya yang berjilbab ada 3 orang termasuk saya saat pertama kali masuk kuliah. lambat laun seorang teman dekat saya lagi mulai mengenakan jilbab. alhamdulillah. dan seorang lagi sudah memiliki niat untuk berjilbab. saya selalu berdoa semoga ia dapat segera mengenakannya. amiiinnn..

hyaaa itulah postingan yang dari kemaren-kemearen pengen banget saya tulis diblog. apadaya karena tugas yg subhanallah nauzubillah banyaknya itu jadi baru sempet sekarang nulisnya.

"jilbab itu bukan beban, jilbab itu intan" :)

best regards
-gals-

p.s: jujur tulisan ini tidak bermaksud untuk menyindar pihak-pihak. hanya ingin sedikit berbagi pengalaman. kalau ada yang merasa tersinggung from the deepest of my heart I really sorry..

education

lihat ke atas, lihat ke bawah

Thursday, August 05, 2010

suatu hari orang tua saya pernah berbeda pendapat mengenai melihat ke atas atau ke bawah. wait, jangan mikir yang macem2 dulu soal lihat-melihat ini. ini sebenarnya perbedaan mengenai cara memandang hidup.

ibu saya bilang "kalo hidup tuh liatnya ke bawah, gal."
ayah saya bilang "kalo hidup tuh liatnya ke atas, gal."

saya, jujur saja, menyetujui ke dua perbedaan tersebut. karena hidup ngga mesti melihat melulu ke bawah atau ke atas. semua itu perlu keseimbangan. diantara kedua pendapat tersebut muncullah satu pendapat lagi dari ustadz saya.

ustadz saya bilang "kalo hidup itu lihat lah ke bawah."

dan saya sempat berpikir kalo hidup ngeliatnya ke bawah melulu ya nggak akan maju2 dong kita? jadi saya membuat kesimpulan sendiri dari perbedaan tersebut.

kesimpulan : "kalau ingin bersyukur terhadap hidup kita maka lihatlah ke bawah, dan kalau ingin berusaha dalam hidup maka lihatlah ke atas."

itu kesimpulan saya. memang benar. yang namanya manusia nggak akan pernah merasa bersyukur atas apa yang telah di dapatnya bila ia terus menerus melihat ke atas. manusia kalau selalu melihat ke atas biasanya ia akan merasa tidak puas dengan semua yang dimilikinya. maunya lebih, lebih, dan lebih lagi.

kalau mau bersyukur memang seharusnya melihat ke bawah. lihat orang-orang yang jauh tidak beruntung dari kita. dengan begitu akan timbul rasa syukur dalam diri kita dan kita akan bisa lebih menghargai hidup.

nah bila ingin berusaha maka lihatlah ke atas. contoh dari mereka yang telah sukses bagaimana mereka berusaha hingga sampai ke puncak kesuksesan tersebut. contoh etos kerja mereka. orang-orang yang sudah berada di atas banyak yang memulainya dari bawah. dengan semangat, kerja keras, dan doa mereka bisa mencapai ke atas tersebut. begitu pun dengan kita, saat ingin berusaha maka lihatlah mereka2 yang telah lebih dulu sukses.

dalam kehidupan ada beberapa hal yang tidak dapat manusia pilihkan untuk hidupnya. setiap manusia hanya bisa pasrah dan mensyukuri terhadap beberapa hal ini. kelahiran, kematian, jodoh, dan orang tua adalah beberapa hal yang tidak bisa manusia pilih. setiap manusia tidak bisa memilih kapan dan di mana mereka akan dilahirkan serta dari rahim siapa? begitu pun dengan kematian. we never know when, where, and how we will death. jodoh dan orang tua pun demikian. kita tidak bisa memilih jodoh yang sudah digariskan oleh Allah. dan kita juga tidak bisa memilih siapa orang tua kita. jadi, syukurilah siapa pun orang tua kita, seburuk apa pun mereka, mereka tetap orang tua kita yang di dalam diri mereka ada berkah2 yang Allah tawarkan bila kita berbakti.

seperti dalam lirik lagunya D'Masiv yang berjudul Jangan-Menyerah. btw, saya bukan Masivers tapi lirik lagu ini sangat menyentuh dan saya rasa banyak yang merasa tersentil dengan lagu ini. kita kembali disadarkan untuk mensyukuri segalanya. mensyukuri seburuk apa pun hidup kita, setidak beruntung apapun hidup, sesukses apapun hidup kita, dan seberuntung apapun hidup kita.

jadi, mulai sekarang mari kita lebih menghargai dan mensyukuri setiap detik kehidupan yang telah Allah berikan :)

-best regards-
gals

education

Let's Start to Write

Saturday, July 31, 2010

postingan kali ini saya terinspirasi dari kata-kata seorang sastrawan Indonesia, Pramoedya Ananta Toer. as you know he's a great sastrawan. buku-bukunya udah banyak yang beredar di masyarakat dan kesemuanya menurut saya memilki nilai sastra yang tinggi. oia saya terinspirasi dari kata beliau.

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian."
(Rumah Kaca, h. 352)
— Pramoedya Ananta Toer

menulis bisa menulis apa aja. ngga ada kemungkinan tertutup mengenai menulis ini. bahkan nge-blog ini juga salah satu dari kegiatan menulis. menulis bisa dimulai dari hal yang paling kecil seperti menulis diary, yg banyak orang meremehkan kegiatan ini. tanpa mereka sadari menulis diary sama saja dengan kita menulis biografi mengenai diri kita sendiri. menulis sejarah kita, karena diary biasanya memuat kejadian-kejadian yang kita alami.

makanya saya suka banget sama kata2 Pramoedya Ananta Toer di atas. menulis selama tulisan kita dijaga dengan benar maka mereka akan tetap abadi. akan tetap bertahan meskipun kita sudah mati nantinya. seperti buku-buku karya Pramoedya Ananta Toer sendiri. meskipun beliau telah wafat, tetapi masih banyak orang yang menghargai, menikmati, dan membeli buku-bukunya.

saya sendiri, salah satu hobi yg saya suka adalah menulis. menulis apa saja. diary, novel, atau kata-kata apapun. bahkan kalau boleh jujur saya lebih senang menulis ketimbang berbicara. ngga bagus memang kalau tidak seimbang. tapi yah saya lebih senang bermain kata dalam tulisan daripada omongan. saya pernah denger sebuah kalimat yg bagus, yaitu "saat kata tak bisa lagi dapat disampaikan dengan omongan, maka sampaikanlah melalui tulisan". jadi tulisan bisa jadi merupakan media lain dari sebuah komunikasi.

bahkan Pramoedya Sendiri juga mengungkapkan betapa kuatnya sebuah kegiatan menulis itu.

"Sebagai pengarang saya masih lebih percaya kepada kekuatan kata daripada kekuatan peluru yang gaungnya hanya akan berlangsung sekian bagian dari menit, bahkan detik."
— Pramoedya Ananta Toer


so, let's start to write everything that u can write :)

-best regards-
gals

education

Sekolah Kehidupan :)

Sunday, June 27, 2010

hmmm postingan ini terinspirasi dari hasil chat saya barusan dengan salah seorang teman. awalnya saya lupa sedang mendiskusikan apa dengan teman tersebut (kalau tidak salah mengenai gerhana bulan kemarin). tetapi kemudian merembet hingga mengenai sekolah kehidupan (saya tau ini ngga nyambung. jadi jangan disambung2in). awalnya memang saya meminta dia untuk melihat status yang saya buat di FB. status tersebut saya sadur dari kata-kata Imam Syafii. berikut isi status saya "Orang yg berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang -Imam Syafii-". teman saya tersebut ternyata pernah mendengar mengenai kata-kata Imam Syafii barusan. kemudian saya pun mengatakan bahwa saya habis menamatkan sebuah novel yg sangat bagus berjudul "Negeri 5 Menara" karangan A. Fuadi. status saya pun terinspirasi setelah menamatkan novel tersebut.

saya katakan kepada teman saya itu bahwa saya jadi mempelajari apa yang tidak didapat di sekolah formal dan itu dipelajari di sekolah kehidupan. dan sepertinya kata-kata sekolah kehidupan itu terdengar asing baginya karena kemudian dia bertanya "maksud sekolah kehidupan di sini itu apa, galuh?". dan saya pun mencoba menerangkan dengan menggunakan bahasa saya sendiri "sekolah kehidupan itu adalah tempat menuntut ilmu diluar dari sekolah formal. pelajaran yg didapet yg jelas bukan lagi pelajaran yg diajarin di sekolah formal. pelajaran yg didapat disekolah kehidupan biasanya tidak pernah disadari, karena sekolah tersebut mengajarkan kita secara alami, tanpa ada aturan2 yg mengikat. guru2 yg mengajarinya pun bisa siapa saja. tanpa disadari orang tua, teman, sahabat, atau orang yg lebih muda bisa menjadi guru kita disini.". itulah yg saya terangkan ke teman saya itu. sempat takut salah sebenernya menjawab pertanyaan ini. tapi dibawah ini saya akan menjabarkan lagi lebih jelas mengenai sekolah kehidupan yg sumbernya diambil dari novel "9 Matahari" karangan Adenita.

yup, pernah denger tentang sekolah kehidupan? sejujurnya saya pun saat mendengar kata-kata ini agak sedikit aneh dan mengernyitkan dahi. apa sih sekolah kehidupan itu? kata-kata asing tapi sepertinya memiliki makna yang hebat. itu sebelum saya membaca sebuah novel yang di dalamnya sempat menjelaskan mengenai sekolah kehidupan. kata baru yg sukses membuat saya menyukai kata-kata tersebut.

"Sekolah kehidupan? Maksudnya?"
"Tar... kalau kamu menghayati makna belajar yang sesungguhnya bahwa sebenarnya setiap hari itu kita belajar, banyak hal yang tidak diajarkan di sekolah formal tapi justru dalam kehidupan nyata. Memangnya di kampus atau sekolah kamu diajarkan bagaimana menghadapi masalah seperti yang kamu hadapi sekarang? Dari mana kamu tahu cara merasakan ikhlas hati, kalau tidak bertemu dengan masalah. Dan tahu pahitnya gagal, kalau tidak mengalami sendiri? Apa diajarkan bagaimana supaya kita jadi orang yang kuat tanpa kita dikasih ujian...? Nggak, Tar! Kalau kamu minta menjadi orang yang sabar, maka tidak serta-merta kamu diberikan orang-orang yang sabar di sekitar kamu. Biasanya malah kamu akan dipertemukan dengan orang-orang yang akan menguji tingkat kesabaran kamu itu. Semuanya itu didapatkan dari sekolah kehidupan ini, Sayang... Sekolah kehidupan memang nggak punya ijazah, ngga punya titel. Tapi, sekolah itu yang akan memberikan label pada kita, seperti apa kita ingin dikenal dalam hidup kita. Matari, seorang pribadi yang kuat, Tari sang penakluk impian, Tari si dermawan, Tari pekerja keras, Tari perempuan tangguh, dan titel-titel hidup lainnya yang nggak bisa kamu dapatkan dari sekolah biasa."

itulah dialog antara Matari dengan Mami dalam buku "9 Matahari" karangan Adenita.

nah sekarang sudah semakin mengerti kan dengan makna dari sekolah kehidupan? intinya memang itu. sekolah kehidupan tidak pernah kita sadari keberadaannya karena ia mengajarkan kita, murid-muridnya, secara natural dan alami tanpa ada kurikulum apa pun. meskipun tanpa kurikulum tetapi ia mampu membuat setiap murid-muridnya belajar sangat banyak. dalam sekolah formal kita diajarkan sesuatu yang ajeg, sesuai dengan kaedahnya. tetapi di sekolah kehidupan kita diajarkan sesuatu yang random, sesuatu yang bebas dan tidak terikat.


oh ya teman saya kemudian bertanya lagi "berarti pengalaman juga bisa jadi guru ya?". dan saya pun menjawab "lo bener kok. pengalaman justru adalah guru yg terbaik. tapi tergantung juga." menurut saya pengalaman adalah acuan terhadap apa yang mungkin hendak kita lakukan saat ini atau di masa depan nanti. teman saya yang lain mengumpamakan hal ini dengan kaca spion. "saat kita berkendara, hanya sesekali saja kita melihat ke arah spion. hal itu dimaksudkan agar kita bisa tau dan dapat mengambil sikap saat hendak berbelok dan sudah sejauh mana kita berjalan. kalau terus-terusan menatap spion tentu saja kita akan nabrak." berbelok disini hanya sebuah kiasan untuk sikap yang akan kita ambil terhadap apapun di masa depan. sebelum mengambil sikap atau keputusan ini memang lebih baik melihat dulu kebelakang, apakah ini sudah benar atau baik atau belum? kalau kita pernah merasakan ditabrak dari belakang misalnya saat hendak berbelok karena tidak melihat spion, selanjutnya kita jadi akan lebih berhati-hati saat hendak berbelok dan akan lebih berhati terhadap sikap dan keputusan kita di masa depan. ini sih hanya sebuah perumpamaan yaa. karena dari sini kita bisa belajar dari pengalaman. jangan terbuai dengan pengalaman atau masa lalu yang indah. misalnya dulu Indonesia pernah mengalami masa kejayaan saat dipimpin oleh Ir. Soekarno, namun sekarang kejayaan tersebut makin lama makin meluntur. lalu apa yang terjadi saat ini? kita sebagai rakyat hanya bisa bercerita mengenai masa kejayaan kita dahulu tanpa disertai tindakan untuk meraih kembali kejayaan kita. :)

jujur sejak saya selesai membaca novel 9 Matahari tersebut, saya pun mulai membuka mata lebih lebar dan mendengar lebih tajam mengenai apapun yang berada di sekitar saya. karena dari pengamatan dan pendengaran terhadap sekitar itulah kita bisa meraup banyak ilmu dari sekolah kehidupan tersebut. manfaatkanlah orang-orang disekitar kita untuk bisa memberikan ilmu bagi kita. ilmu dalam sekolah kehidupan bisa datang dari mana pun, siapa pun, dan kapan pun. hanya satu pertanyaannya, apakah kita sadar bahwa barusan kita mendapat ilmu?

untuk itu mulai sekarang bagaimana kalau kita mulai untuk memperhatikan sekitar kita lebih teliti lagi agar kita bisa mendapat ilmu dari sekolah kehidupan ini? :)

uumm sepertinya cukup yah postingan saya kali ini. sudah cukup panjang. hehehe. jujur saja ini seperti bukan saya yang menulis karena biasanya saya tidak menggunakan bahasa yang baku seperti ini. tapi yah itu ngga penting ya, yang penting adalah manfaat yg bisa diambil dari tulisan saya ini. semoga bermanfaat :)

see yaa..

-best regards-
gals

p.s: mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan atau isi atau sebagainya :)