cerita

JIP Kelas C goes to Anyer

Monday, April 25, 2011

wawawaaaa hellow world how's your day? hope as good as me. hahaha sok2an nginggris. hemm ada aspirin -sakit kepala kaleee- tersendiri yang bikin hari gw sekarang ini sangat baik. bisa jadi karena hari kamis lalu abis jalan2 ke anyer. hehe jadi hari ini lebih semangat kuliah karena otaknya abis di refresh selama di anyer kemaren.

jadiii begini ceritanya, rencana ke anyer ini cuma diomongin sekitar 2 mingguan sebelum hari H. siapa sangka malah terlaksana, sedangkan rencana jalan2 lainnya yg direncanain jauh2 hari malah nggak terlaksana. akhirnyaaa terkumpullah sekitar 23 orang yang ikut dari 1 kelas. yg ga ikut yg gw tau mano, echa, faris, gigis, shasa, chae, ben. naah kita berangkat kamis malem setelah pulang kuliah. kamis malem itu gw pulang dulu setelah kuliah dan balik ke kampus abis magrib, trus ke kosan tante, nungguin yang laen. di kosan tante ternyata udah ada dona, shinta, indah, nopeng, ama garit, dan ga lama gina dateng. disini kita nungguin fiqi, agung, gacil, nadia, ama tasy yang pada berangkat bareng ngambil ELF dan avanza-nya tasy. rencana sih berangkat abis isya, dan emang beneran berangkat abis isya lewat berapa jam tau. hahaha yang pasti malem bgt deh mereka baru sampe. begitu ELF dan avanza dateng, kita yg di kosan tante langsung berangkat ke rumah arfa karena di sana start berangkatnya.

sebelum berangkat kita semua berdoa dulu demi keselamatan selama di perjalanan sampe ke tempat tujuan. selesai berdoa, pamitan dulu sama ayahnya arfa. oiaaa mobil juga dibagi2. kayak gw, donna, nadia, bela, tuning, bang dep, sama bang bo di freednya tuning, terus yg lain di avanza tasy dan ELFnya fiqi (sebenernya sih gw yg lupa siapa aja yg di avanza dan di ELF, pokoknya anak cowo di ELF deh). baru deh abis itu berengkot. hahaha. di rest area entah rest area ke berapa kita istirahat, itu sekitar jam stengah 3an kayaknya ya. dan di sana sempet2nya aja gitu foto2. hahaha.

personil lengkap 23 orang

carmate selama perjalanan pp depok-anyer-jakarta. lol

disini cuman sebentar terus langsung jalan lagi dan berenti di rest area nggak tau berapa lagi untuk solat subuh. baru deh berangkat lagi dan sekitar jam 6an ya kalo ga salah sampe di villa-nya di anyer. nama villanya itu Rokan Villa Beach.

ini nih villa dan kolam renangnya. liat ga di samping dan belakangnya itu ada 2 villa lagi, jadi total dalam 1 lingkungan itu ada 3 villa.

pemandangan dari salah 1 sudut kolam renang

begitu buka pintu samping pemandangan seperti ini yg menanti.

sayangnya kita disana cuman 1 malem aja. tapi berasanya lamaaaaa banget. mungkin selanjutnya yg akan diposting itu cuma foto2 aja kali ya soalnya gatau mau cerita apalagi. oiaaaa baru inget pas malemnya kita sempet barbequean. buat gw mungkin ini inti dari perjalanan kita ke anyer. kita saling sharing dan bertukar pikiran mengenai hubungan kita. yooiii bahasanyaaaa. hahaha jadi intinya selama ini di dalem kelas sendiri pun kita ngerasa ada gap2an gitu. tau gap2an ga? sama kayak pengkotak2an sih, emmm stereotype? mungkin.

kalo menurut gw mungkin gap ini terjadi tanpa disadari ya. misalnya kayak kita udah biasa main bareng2 sama temen yg itu2 aja, nah karena sering bareng2 inilah jadinya dunia diluar kita mengkotakkan kita pada temen2 yg sering main bareng aja. padahal sebenernya nggak ada maksud sama sekali untuk begitu, itu terjadi karena seseorang yg udah ngerasa nyaman dengan lingkungan temannya. iyap kita sempet ngomongin hal2 seperti itu. penyelesaian dari gap2 ini mungkin menurut gw adalah kita harus lebih peduli lagi sama temen2 atau lingkungan sekitar kita. kayak biasanya yang nyapa cuma sekedar namanya aja, mulai sekarang cobalah untuk sapa dengan bertanya lagi ngapain atau yg lainnya yg ngga cuman namanya aja lagi. gitu kali yah. hehe. oiaa kita juga nggak cuman ngomongin soal kelas kita aja kok tapi juga ngomongin tentang JIP 2009 juga.

memang cukup berasa kalo gap yang terjadi antara kelas C dengan kelas diluar kelas C cukup besar yah. nggak mungkin lah yg namanya gap itu nggak terjadi, bahkan disebuah organisasi yg keliatannya solid sekalipun, kalopun ada dan tetep keliatan solid itu berarti organisasi itu pintar menyembunyikan gap yg terjadi di dalamnya. nah untuk menghilangkan gap antara kelas C dgn diluar kelas terutama yg masih 1 angkatan yaaa sama aja sih. harus lebih peduli. sapa kalo kita kenal dan senyum kalo lupa namanya (sumpah demiapapun ya sampe sekarang gw ga semua kenal temen2 seangkatan gw). apalagi 1 angkatan itu kan masuk bareng2, diospek bareng2, sampe insya Allah lulus juga bareng2, masa iya kita nggak deket 1 sama lain.

banyak acara2 yg akan dilakukan bareng2 dalam 1 angkatan. belum lagi mulai tahun depan tampuk kepemimpinan jurusan ada di angkatan kita, makanya yg namanya gap2 itu harus diilangin secepatnya biar kita bisa ngejalanin acara semua lancar. agung bilang, katanya anak kelas C itu pikirannya kalo udah ada satu orang yg nanganin acara atau apapun yg lain jadi males buat ngurusin juga karena mikirnya "ah udah ada si anu". nah agung maunya semua juga ikut ngurusin acara2 itu. emang bener sih apa yg dibilang agung, kalo udah ada 1 yg ngurus jadi mikirnya begitu. dan itulah yg harus diubah.

apalagi yah? itu aja kali ya. sorry kalo geje :)

ini foto2 selama disana -gasemua ya karena fotonya banyak bener- dan ini baru yg pemandang2an aja. kalo foto manusia2nya nanti2 aja lah yaa :p

gazebo pinggir laut

pemandangan lautnya. beniing banget tuh keliatan dasarnya

pas lautnya surut, memberanikan diri turun dan ini salah satu pemandangan yg didapet. baguuusss :D

surut banget kan? kalo lagi pasang, tempat ini kerendem air lautnya loh

langit pas lagi sunset :D

yg terjadi di anyer ketika sunset. lol

oke deehh segitu dulu yah. untuk foto2 manusia2 kelas C-nya nanti aja belakangan. hahaha. see ya..

-best regards-
gals

nb: ketika hujan diperjalanan pulang


cerita

How dare you!

Tuesday, April 05, 2011


One day there's a girl who named Aksa. She's a nice and funny girl but she also a careless and childish girl. She has two best friends, Zika and Farah. Zika is a beautiful girl and very care about Aksa. Farah look like she's not really care about Aksa but she love her so much, as a friend of course. Ah, She has a boyfriend named Arya. Arya is really a handsome guy. Aksa really really love him. They met when Aksa, accidentally, broke his mock-up. It was happened two years ago and after that they met again in Zika's birthday party. Since then they decided to be a friends and then become a couple until now.


Born from a rich family make Aksa has many enemies. She didn't even know what happened behind her. She only knew what was in front of her. Her father is an owner of a big company in Jakarta and it make many enemies not only for her father but also for her family. Aksa has nothing sister or brother that's why she really love with her best friends and her boyfriend.

Until someday, something unimaginable happened. She saw her best friend and her boyfriend in a cinema. At first she don't take a bad think about that. But, suddenly, Aksa saw them embrace each other and her boyfriend kissed her best friend in her forehead. Aksa know what kind of kiss that. That's not a friendship kiss but a kiss from boyfriend to his girlfriend. Aksa really shocked. She never think that her best friend and her boyfriend dare to deceived her. You wanna know her best friend who deceived Aksa? She's Zika.

Aksa remembered that Zika is a person who support her to built a relationship with Arya. Eventhough that time Farah disagree with Zika. Aksa regrets with her decision. She just can approached them.

"What are you two doing here?" ask Aksa. She try to calm down but she can't. Her tears fall down slowly. Aksa can see how shocked they are.
"Aksa?! Wh-What are you doing here?" ask Zika.
"I ask you first so just answer my question," answer Aksa.
"I can give you the reasons. It's not what you think." Arya said.
"It's not what I think? But my eyes can see it now," yelled Aksa. "And you, Zika, how dare you, how dare you do this to me?! You even my best friend. You always care about me but what is it? Is this a best friend do?!"
"What did you said? Your best friend? Yes, I am your best friend, but that's two years ago before you took all I have." Zika answered.
"What do you mean?" ask Aksa.
"Do you know that you took my parents company, my riches, my friends, even my boyfriend from me? You never know that, right? You took all of that with your childishness, carelessness, and your annoying natures. And now? Now, I just want to restore it all back." yelled Zika.
"Don't say that you envy with me," said Aksa.
"What?! Envy with you? For what? You wish," yelled Zika

Haaa okay that's just a short story which i make because i just bored with college's stuff. i know that tomorrow i've an exam. but i can't let go my idea to make this short story so before i forget i just typed it. ah this story just fiction so if there are similarities it's just an inadvertence. hehe :D this story is not end anyway. so if i have many times i'll continue it. ah, i just wanna say thank you so much for Google Translate which help me to translated this story. I do not use Google Translate as a whole, just the words that i don't understand. see you soon :D

-best regards-
gals

cerita

Ulysses Moore

Thursday, December 23, 2010

ihiyyy malem ini pulang kampus dan sudah menemukan ini diatas cooler laptop gw. wedeehh apaan nih, dipikiran gw udah macem2 aja deh isinya. tapi gw bisa nebak sih kalo ini tuh isinya buku or something like that karena bentuknya yang kotak-kotak begitu.

karena gw penasaran langsung aja gw buka itu kado. kagak pake dah pelan-pelan lagi. langsung aja brak-brek-brok. dan taraaannnggg ini lah isinyaaa..

benerkan tebakan gw kalo isinya tuh buku. wohooo Ulysses Moore 4. senangnya dibeliin sesuai dengan apa yg gw inginkan :) Terima Kasih buat adek gw yang rela uang jajannya dipake buat beliin ini buat gw hahahha :)

ini buka sama suratnya. isi suratnya yaaa standar lah ucapan selamat ulang tahun dari adek gw, secara 2 hari yg lalu gw baru ultah.

nahhh ini baru bukunyaaa Ulysses Moore: Pulau Topeng. ini tuh sebenernya lanjutan dari serial Ulysses Moore lainnya. total sih ada 5 buku. tapi gw baru punya 3 dan sama ini jadi 4. yang ke-5 nih yang belom punya. ayo, ada yang berminat beliin lagi? :p

ahiyaaa ini itu cerita anak-anak gitu. iya gw tau ga pantes dibaca sama gw yang udah 19 tahun ini -.- tapi gimana yah, ceritanya seru banget sih, petualangan-petualangan gitu deh.

jadi awal ceritanya ini dimulai dari kepindahan sebuah keluarga yang punya anak kembar namanya Jason dan Julia Covenant. mereka ini pindah ke sebuah rumah yang bernama Argo Manor yang terletak di Kilmore Cove, Cornwall, Inggris. petualangan mereka dimulai karena di dalam rumah tersebut ada pintu rahasia yang bisa membawa mereka kepada bahaya, dan kejutan yang tidak terduga. mereka berdua dibantu oleh salah satu anak asli daerah tersebut bernama Rick Banner. dan akhirnya merekapun menemukan pintu tersebut dan bener aja mereka menemukan bahaya dan kejutan yang tidak terduga (Ulysses Moore: Pintu Waktu)

ketika pintu waktu tersebut ditemukan mereka pun masuk ke dalamnya dan pintu itu kemudian membawa mereka kembali kepada masa Mesir Kuno. di buku sebelumnya juga diceritakan bagaimana perjalanan mereka selama di Mesir Kuno. nah kalo dibuku ini diceritakan bagaimana lorong dari kedua dunia tersebut runtuh, dunia dari masa lalu dan masa sekarang. hanya Julia yang berhasil kembali ke masa kini sementara Jason dan Rick tetap tertinggal di Mesir Kuno. Jason dan Rick harus mencari cara untuk bisa terbebas dari waktu Mesir Kuno dan kembali ke Argo Manor, ke rumah mereka. nah disini juga diceritain gimana mereka harus memecahkan teka-teki dari sebuah peta yang sudah lama hilang untuk bisa kembali pulang (Ulysses Moore: Peta Yang Hilang)

akhirnya Jason dan Rick pun berhasil kembali ke Argo Manor dengan selamat. lalu dibuku yang ketiga ini diceritakan mengenai Rumah Cermin yang dibuat oleh Peter Dedalus yang seorang teman dekat dari Ulysses Moore yang menghilang selama bertahun-tahun. dibuku ini juga diceritain kalo ternyata pintu waktu itu nggak cuman ada di Argo Manor doang, tapi salah satunya ada di Rumah Cermin itu. ahiyaaa selama petualangan mereka di Mesir Kuno ada seorang musuh yang terus-terusan menghambat perjalanan mereka, namanya Oblivia Newton. gw agak2 lupa ama cerita dibuku nomer 3 ini. nanti deh yaaa gw baca lagi, trus gw post disini lagi :) (Ulysses Moore: Rumah Cermin)

naahhh seruuu kaaannn. pasti semua bertanya-tanya deh Ulysses Moore ini siapa sih? atau apa? okeee gw jelasin nih yaaa. jadi Ulysses Moore ini adalah seseorang, laki-laki. dia itu merupakan seorang penjelajah. tapi uniknya dia ini menjelajah antar ruang dan waktu. keren kan? dia bisa kembali ke masa lalu dengan kapalnya yang legendaris. mau tau dimana kapalnya? terus gimana bisa itu kapal jalan di tempat begitu? Baca aja deh sendiri yaaa. hahahha yang pasti buku2 ini tuh seru abis deh..

nah ini ketiga buku sebelumnya. sayangnya gw belum ada yg nomer 5 sih

once again thanks a lot for my lil' sister :)

-best regards-
gals

cerita

random JIP

Saturday, December 11, 2010

barusan abis nonton acara-nya Bank Mandiri gitu di salah satu stasiun TV swasta. dan gw kagum banget ngeliat salah satu profil wirausahawati-nya. keren banget. jadi dia ini mahasiswa trus disitu diceritainnya dia lagi ngeliat tenunan kain songket gitu disebuah majalah ama temennya. sayangnya gw ga denger terlalu jelas dia ngomong apaan. tau2 scene pindah ke dia lagi nanya2 gitu, dan disekitar situ ada orang2 yang lagi nenun songket gitu, nah abis itu pindah lagi deh dia ngasih salah satu songket ke temennya gitu. ternyata temennya suka, dan dia bilang kalo itu buatannya sendiri. waw banget. nah terus dia kepikiran buat jualan songket2 hasil buatannya. pertamanya dia buka toko gitu, tapi agak kurang laku. nah dia pun ngebagusin lagi tokonya, baru deh abis itu makin banyak yg dateng dan makin lama usaha tenung songketnya pun makin besar dan makin sukses. waaww gw takjub banget. masih mahasiswa tapi udah bisa berpikir sejauh itu, apalagi hasil karya sendiri.

emang udah banyak bgt anak2 muda yg sukses dgn menjadi seorang wirausahawan/wati. dan gw selalu merasa tersentil kalo nonton atau baca profile mereka. gw sering mikir, "bisa nggak ya gw begitu?" "sulit nggak sih untuk bisa jadi kayak mereka?" "butuh waktu berapa lama?" "trus modalnya pasti gede yah?". sering banget gw mikir begitu, dan makin gw pikirin malah makin bikin gw ngerasa kecil dan berpikir gw nggak bisa apa2. padahal dicoba aja belom. itu jelekknya gw, suka takut mencoba sesuatu yg menantang. sebut aja gw pengecut. tapi sumpah pengen banget gw bisa begitu, menghasilkan uang dari keahlian sendiri. dan masalahnya adalah, gw nggak punya keahlian apapun. :(

ahiyaaa tiba-tiba gw teringat diskusi gw dengan ayah disalah satu food court mall di jakarta timur.
ayah: "orang yg memulai suksesnya dari bawah pasti beda deh sama orang yang memulai suksesnya emang udah sukses duluan."
gw: "maksudnya?"
ayah: "kalo orang yg memulai suksesnya dari bawah pasti dia akan lebih menghargai hasil yang udah di dapatnya, tapi kalo yang suksesnya udah tinggal nerusin aja biasanya dia ngga terlalu menghargainya."
gw: *diem karena masih ngga ngerti*
ayah: "liat aja dari cara dia menggunakan uangnya. kalo yang memulai dari bawah dia akan lebih bijak ngegunain uangnya, ngga ada istilahnya menghambur2kan uang. kenapa? karena dia ngerasain gimana sulitnya mencari uang tersebut. tapi coba liat yg udah tinggal nerusin. dia akan lebih loyal untuk menggunakan uangnya. beli ini, hayo. beli itu juga hayo."

dan well gw cukup tersentil. gw mungkin berada dipoin ke-dua. dimana gw bisa dibilang hanya tinggal "nerusin". tapi gw juga ngga se-loyal itu ngeluarin uang. dan tiba2 setelah percakapan itu gw mikir "untuk apa deh gw ikut2an orang lain yang bisa dengan loyal-nya ngeluarin uang untuk beli ini itu yang sebenernya nggak terlalu dibutuhin banget. apalagi kalo belinya cuma buat gengsi doang. duh kasian banget orang tuanya cari uang susah2 tapi anaknya ngehamburin dengan senang2". jujur aja gw ngerasa beban banget untuk minta ini itu sama orang tua, karena apa? karena gw ngerasain gimana susahnya kehidupan orang tua gw dari gw masih kecil sampe sekarang, jadi secara ngga langsung gw menyaksikan kehidupan keluarga gw dari susah sampe alhamdulillah kayak sekarang. beda sama mereka yang udah "besar" dari mereka masih dari dalam kandungan pun.

melenceng bener yaaa dari paragraf awal. hahahha sebodo amat dah ah..

last but not least i just wanna say CONGRATULATION for my junior at JIP (jurusan ilmu perpustakaan -jurusan gw nih-) 2010 yang memenangkan musik terbaik, lighting terbaik, kostum terbaik, artistik terbaik, dan JUARA PERTAMA serta JUARA UMUM dalam Petang Kreatif (PK) 2010 (buat yg lupa atau ga tau PK itu apa bisa dibaca disini). akhirnya piala itu jatuh lagi ke tangan JIP setelah dua tahun sebelumnya di pegang oleh Belanda. SELAMAT untuk semua JIP :)

best regards
gals

cerita

you never late (part 2)

Saturday, November 27, 2010

well ini lanjutan dari cerpen sebelumnya yg judulnya "you never late (part 1)". bisa dibaca disini


“Aku?! Maunya apa?! Emang kurang jelas ya?! Aku mau kamu nggak deket lagi sama Nuna!”

“Sil, aku nggak bisa kalo nggak deket sama Nuna. Nuna itu udah jadi sahabat aku dari masih kecil banget. Masak kamu nggak ngerti juga.” Fadli memelankan suaranya. Harus ada jalan keluar dari masalah ini.

Fadli nggak bisa kehilangan Silvana tapi juga nggak bisa menjauh dari Nuna. Silvana adalah cewek yang udah mengisi hatinya sebulanan ini. Nuna adalah sahabatnya dari kecil. Sahabat yang Fadli butuhin kalo ia lagi ingin berbagi. Dengan Nuna tidak pernah ada yang ia sembunyikan. Dan sekarang ia harus menjauh dari sahabatnya? Mana mungkin.

* * *

Tapi ini lah yang dilakukan Fadli sekarang. Demi Silvana ia pelan-pelan menjauhi Nuna. Fadli jadi jarang main dengan Nuna lagi, baik di kampus maupun di rumah. Padahal bisa saja ia mengunjungi Nuna dan main lagi bersama. Tapi sayangnya Fadli tidak melakukan itu. Ia benar-benar telah memilih Silvana seluruhnya. Nuna awalnya cukup keheranan melihat tingkah Fadli yang diluar kebiasaan tersebut. Tapi belakangan ia mengerti kenapa Fadli begitu.

Nuna sedih banget waktu tau alasan dibalik menjauhnya Fadli. Hanya demi pacar Fadli tega membuang persahabatan yang udah dibangun belasan tahun ama Nuna. Hanya demi orang yang baru dikenalnya beberapa bulan. Teman-teman Fadli, Harsya, Deryl, Lintar, dan Revo juga tidak suka dengan tingkah fadli yang begitu. Mereka jadi ikutan menjauh dari Fadli karena Fadli juga pelan-pelan menjauhi mereka. Siapa lagi yang meminta kalau bukan ekornya?

“Fadli!” panggil Harsya. Hari ini teman-temannya ingin mengkonfirmasi semuanya.

Fadli menoleh dan melihat teman-temannya datang menghampirinya. Ia kemudian menggiring Fadli ke tempat sepi di mana tidak ada seorangpun bisa menginterupsi obrolan mereka. Terutama agar tidak ditemukan oleh Silvana.

“Elo jadi sekarang lebih milih Silvana?” Tanpa berbasa-basi Deryl langsung pada topik utama mereka.

“Nggak gitu juga, Ryl,” jawab Fadli.

“Terus kenapa sekarang lo nggak pernah main sama kita? Dan terutama sama Nuna.” Lintar bertanya.

“Gue udah memilih untuk pacaran dan ini konsekuensi gue untuk menghabiskan waktu bareng pacar gue. Bukan berarti gue nggak mau main bareng kalian lagi,” jawab fadli menjelaskan.

“Oke. Kalau gitu sekarang urusan Nuna.” Harsya sepertinya yang punya kendali dari persidangan nggak resmi ini.

“Kalo Nuna itu karena Silvana nggak mau ngeliat gue deket-deket Nuna lagi. Gue juga nggak mau jauh dari Nuna. Tapi Silvana mau,” jawab Fadli.

“Jadi cuma demi pacar, lo ngebuang sahabat lo sendiri? Demi orang yang baru deket ama lo beberapa bulan lo tega ngebuang orang yang udah deket ama lo 13 tahun? Kok lo picik banget sih, Fad? Lucu jujur aja. Lucu banget gue ama tingkah lo. Kok lo nggak bisa sih gunain akal sehat lo buat mikir sedikit aja tentang ini. Lo dibego-begoin tau nggak ama cewek lo. Lo dimanfaatin, lo diperalat.” Revo yang sedari tadi diam saja buka suara.

BUGH! Satu pukulan mendarat di wajah Revo. Fadli tidak bisa mengontrol emosinya. Teman-temannya yang lain bersiaga di depan Revo. Tidak boleh sampai ada perkelahian di sini. Mereka udah berniap nyelesein ini tanpa ada adu fisik.

“Lo nggak usah ikut campur urusan gue, Nuna, dan Silvana. Itu masalah gue. Gue tekenin ya ke lo semua. Gue udah memilih dan gue memilih Silvana. Puas lo? lagi kenapa sih lo semua? Lo semua juga kalo punya cewe pasti bakalan kayak gue. Ngelakuin apapun untuk cewek lo.” Fadli bergegas pergi dari tempat tersebut.

Sebelum benar-benar pergi Revo berteriak, “Lo milih Silvana?! Fine! Semoga lo nggak salah sama pilihan lo. Lo ngebuang Nuna, itu berarti lo ngebuang kita juga!”

Fadli sempat berhenti sebentar. Sebenarnya ia tengah memikirkan kata-kata Revo barusan. Begitu ia berbalik ia mendapati teman-temannya mendangnya dengan remeh dan kemudian mereka semua pun berbalik pergi. Fadli masih terus memikirkan kata-kata tersebut.

* * *

Sudah satu minggu ini Fadli tidak melihat Nuna lagi. Padahal mereka satu kelas di kampus. Mudah saja sebenarnya baginya untuk mendatangi rumah Nuna dan bertanya. Tapi belakangan ini ia sibuk terus dengan Silvana. Nganterin dia pemotretan lah, shooting lah, ke salon lah, wawancara lah, dan segunung kegiatan lainnya. Makanya ia nggak bisa dateng ke rumah Nuna dan bertanya langsung. Setiap kali lewat rumah Nuna, ia selalu melihat lampu kamar Nuna sudah padam. Kalau lampu kamarnya sudah itu tandanya Nuna sudha tidur.

“Fir, lo tau nggak seminggu ini Nuna ke mana?” tanya Fadli pada Fira. Teman dekat Nuna di kampus. Masih teman sekelasnya juga.

“Lah? Kok lo nanya gue? Yang udah temenan belasan tahun ama Nuna kan elo, Fad. Gue juga nggak tahu,” jawab Fira, agak menyindir. Ia tahu masalah yang terjadi antara Nuna dan Fadli.

“Oh, thanks yah,” jawab Fadli.

Ia baru sadar kalau ia bener-bener kangen Nuna sekarang. Ia kangen dengan celotehan Nuna, sikapnya yang spontan, dan nggak pernah jaim-an di depan Fadli, nggak seperti Silvana yang selalu jaim. Fadli juga baru sadar kalau ia kini hanya sendiri. Teman-temannya sibuk bermain sendiri tanpa mengajaknya lagi. Salahnya juga yang berkata begitu beberapa minggu lalu.

“Eh apa, Nun?” tanya Fadli.

“Nun?!”

Fadli baru sadar kalau saat itu ia tengah bersama Silvana. Silvana memicingkan mata, curiga.

“Kamu tadi bilang apa?! Nun? Nuna maksud kamu? Jadi kamu lagi mikirin dia? Dari taadi aku ngomong panjang lebar ternyata kamu nggak merhatiin aku sama sekali dan malah sibuk mikirin temen kamu itu?” Ini yang paling disebelin Fadli. Hal kecil aja bisa bikin Silvana marah mencak-mencak nggak karuan.

“Eh, oh bukan gitu, Sil.” Fadli gelagepan mencoba memberi penjelasan pada Silvana.

“Udah deh mending kamu ngelamunin aja terus tuh si Nuna Nuna itu,” lanjut Silvana lagi.

“Aku bukan ngelamunin dia Sil. Tapi ini udah hampir sebulan dia nggak masuk kampus.” Fadli masih mencoba membela diri. Jangan sampe topik Nuna jadi awal pertengkarang mereka lagi. Udah sebulan ini hubugan mereka adem ayem dibanding bulan sebelumnya.

“Ya udah sih biarin aja,” timpal Silvana acuh nggak acuh. Ternyata benar kata teman-temannya yang bilang kalau Silvana itu sombong abis.

“Nggak mungkin lah aku ngebiarin gitu aja, Sil. Dia bisa ketinggalan pelajaran kalo begini terus. Apalagi jatah absennya udah abis. Yang ada dia nggak bakal bisa ikut ujian tengah semester nanti,” kata Yudha.

* * *

Harsya, Deryl, Lintar, dan Revo sebenarnya tau ke mana Nuna selama sebulan ini. Mereka sebenarnya sangat ingin memberitahu Fadli. Sekalipun mereka sudah jarang main bersama lagi, tapi Fadli tetap harus tahu masalah ini. Tapi Nuna melarang mereka untuk memberitahunya. Ia tetap tidak ingin diketahui keberadaannya. Berat sebenarnya bagi Harsya, Deryl, Lintar, dan Revo untuk menjaga rahasia ini. Tapi mau bagaimana lagi mereka sudah kepalang janji pada Nuna. Tidak akan memberitahu di mana Nuna sekarang hingga waktunya tiba.

Sementara Fadli makin bingung harus menelusur dari mana untuk tahu di mana keberadaan Nuna saat ini. Ia bertanya pada Harsya, Deryl, Lintar, dan Revo tapi mereka selalu mengatakan tidak tahu. Fadli benar-benar tidak dapat berpikir jernih. Ia cemas, ia takut, dan yang paling penting ia kangen. Hubungannya dengan Silvana makin lama makin memburuk dan kini diambang kehancuran. Fadli baru menyadari betapa pentingnya seorang sahabat dibanding seorang pacar yang tidak dapat menghargai sahabat-sahabatnya.

Hingga disuaktu hari Fadli akhirnya mengaku kepada teman-temannya. Tidak semuanya karena ia hanya berhasil menemukan Harsya di kampusnya hari itu. Entah kenapa teman-teman satu kelas mereka yang lain juga hari itu tidak kelihatan padahal lima menit lagi mereka ada kelas.

“Gue cuma mau bilang kalo gue nyesel atas sikap gue selama ini, Sya. Gue salah milih Silvana daripada lo semua. Gue selama ini berusaha untuk bisa membaur dengan teman-teman Silvana yang berasal dari kalangan atas, tapi ternyata Silvana nggak mau membaur dengan temen-temen gue. Gue tau banget gue salah. Gue minta maaf ama lo dan temen-temen yang lain. Terutama Nuna. Jadi plis, Sya, tolong kasih tau gue di mana Nuna sekarang. Gue jangen banget sama dia. Dia ternyata bukan sahabat gue, Sya. Gue jatuh cinta, Sya, ternyata sama dia. Gue baru sadar setelah gue nggak lagi deket ama dia,” aku Fadli.

Harsya tidak menjawab apapun dan hanya memberikan sebuah surat. Tangannya gemetar saat memberikan surat tersebut. Fadli memperhatikan raut wajah Harsya. Tapi yang diperhatikan membuang muka dan memilih melihat ke arah lain.

Fadli bergegas membukanya. Begitu ia membaca isinya ia sangat shock.

“Elo nggak bohong kan?” tanya Fadli memastikan isi surat tersebut tidak main-main.

Harsya menggeleng. “You late, Fad. She’s in coma.” Sambung Harsya.

Fadli bener-bener lemes sekarang. Nggak tahu apa yang mesti ia lakukan. Surat itu dari Nuna.

Hay, Fad.

Apa kabar? Lama nggak ketemu ya. Gue cuma mau bilang, saat lo baca surat ini lo pasti udah putus dari Silvana kan? Dan baru menyadari betapa pentingnya sahabat daripada pacar yang tidak bisa menghargai sahabat-sahabat lo. Saat lo baca surat ini juga mungkin gue sedang terbaring di rumah sakit karena habis operasi. Ada beberapa hal yang selama ini nggak pernah gue kasih tau ke lo, Fad. Gue selama ini menderita lemah jantung, makanya nggak pernah mau diajakin naik wahana-wahana ekstrem di Dufan dan lo selalu bilang kalo gue cemen. Tapi sebenernya gue menderita penyakit itu dan baru ketahuan saat gue SMA. Sorry karena menyembunyikannya dari lo. gue harap setelah ini lo lebih selektif lagi nyari cewek ya. :)

Best regards

Nuna

“Sya, di mana Nuna dirawat?” tanya Fadli.

“Rumah Sakit Bakti,” jawab Harsya.

Fadli kemudian bergegas pergi ke tempat parkir dan mulai menyalakan motornya. Sepertinya hendak pergi ke rumah sakit yang dimaksud. Setelah Fadli pergi, Harsya pun segera pergi ke rumah sakit juga. Hanya saja mengambil rute yang lebih pendek dengan melewati jalan-jalan tikus.

Saat Harsya sampai di ruman sakit semua teman-temannya sudah berada di sana semua. Kecuali Fadli tentunya. Nuna terbaring diranjang rumah sakit lengkap dengan pakaian pasien. Selang infus tertancap pada lengan kirinya. Hidungnya pun menggunakan selang oksigen. Tidak lama kemudian Fadli pun datang dan langsung menghambur ke ranjang Nuna.

“Nuna! Bangung dong. Ini gue Fadli. Gue minta maaf karena selama ini ngejauhin lo. Gue tau gue salah karena lebih memilih pacar dan malah mencampakkan sahabat-sahabat gue. Nuna, bangun dong. Gue bener minta maaf. Gue sayang banget sama lo, Nun. Gue nggak mau kehilangan lo, Nun. Nuna! Plis bangun, Nun. Gue janji deh gue bakal ngasih lo coklat yang banyak sesuai permintaan lo dulu. Gue juga bakal traktir lo ragusa deh selama sebulan. Tapi lo bangun dulu ya, Nun. Bangun. Kalo lo nggak bangun lo.....” belum selesai Fadli ngomong. Nuna, Harsya, Deryl, Lintar, dan Revo sudah berteriak duluan.

“APRIL FOOL. Hahahahhahaha..” Teriak mereka semua.

Fadli masih belum konek dengan apa yang terjadi.

“Tampang lo, Fad. Sumpah blo’on abis. Hahahaha,” lanjut Nuna.

“Sialan gue dikerjain lo semua.” Akhirnya Fadli sadar apa yang sedang terjadi saat itu.

“Hahahahaha..” Yang lain masih saja tertawa-tawa.

“Kampret lo semua ah. Gue bener-bener dikerjain.” Jawab Fadli. “Eh tapi thanks ya lo semua menyadarkan gue siapa yang seharusnya gue pertahanin dalam hidup gue skarang.” Tiba-tiba Fadli berubah serius.

“Emang siapa?” tanya Deryl.

“Nuna dan lo semua,” jawab Fadli sungguh-sungguh.

“Cieeeeeeeeeee.” Semua jadi ngeceng-cengin Fadli termasuk Nuna. Agak anek emang si Nuna. Orang maksudnya ngeceng-cengin Nuna eh dia malah ikutan.

“Mba Nuna diperiksa dulu ya.” Tiba-tiba seorang suster masuk sambil membawa beberapa peralatan untuk pemeriksaan. “Baiklah kondisi, Mbak, sudah cukup baik. Mungkin sekitar tiga hari lagi sudah boleh pulang ke rumah. Ah iya ini obatnya yang harus diminum hari ini,” kata suster itu lagi sambil menyerahkan lima butir obat yang dimasukkan ke dalam plastik bening berukuran kecil.

“Lo beneran lemah jantung, Nun?” tanya Fadli, serius.

“Nggak.”

“Iya.”

Nuna, Harsya, Deryl, Lintar, dan Revo menjawab bersamaan. Nuna menjawab nggak dan Harsya, Deryl, Lintar, dan Revo menjawab iya.

“Serius dong.” Fadli mulai kesel.

“Iya,” jawab Nuna akhirnya.

“Dan dokter memvonis umur Nuna tinggal beberapa bulan lagi,” sambung Harsya, Deryl, Lintar, dan Revo.

-Selesai-


yeaaaaa tamat deh. itu salah satu cerpen yg gw buat. hahahahha...

-best regards-

gals

cerita

keep your trust

Friday, November 19, 2010

WAW today is a really GREAT day and GREAT closure weekday. honestly, gw ngga pernah berpikir kalau hari ini ternyata bakalan lebih dari sekedar presentasi BIPA aja. ternyata setelah presentasi BIPA yang gw pikir sangat, sangat apa yah. yah pokoknya sangat deh, tidak taunya disore hari ada yg lebih sangat dari presentasi.

aahh u should know that BIPA is one of subject in my major. singkatan dari Bahasa Inggris Profesional. yeahh presentasi BIPA tuh dilakukan sendiri2. mulai dari bikin essay, power point, presentasi, pokoknya semua serba alone deh.

well back to the main topic. lagi2 menggurita kemana2.

hemm bagaimana yah mulainya. intinya hari ini saya mendapat pelajaran yang sangat berharga. tapi bingung mau mulai cerita dari mana.

memang yah pertemanan seharusnya dibangung dari rasa saling berbagi antar teman. tidak cukup hanya dengan saling bertemu muka setiap hari, bertegur sapa setiap hari, atau hanya sekedar gosip, ngobrol dan lainnya. berbagi menurut gw perlu dilakukan untuk menghilangkan beban atau mendapatkan solusi dari suatu masalah yang kita alami. karena pemikiran setiap orang berbeda, jadi solusinya pun pasti akan berbeda dan mungkin tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. dan itu yg gw alami hari ini.

jadi beberapa minggu yang lalu ada kejadian yg tidak mengenakkan menimpa kelas gw. dan hari ini bisa dibilang adalah 'klimaks' dari kejadian tersebut. masalah tersebut akhirnya clear hari ini (meskipun gabisa dibilang clear sepenuhnya). tapi ternyata dibalik 'clearnya' masalah tersebut ada masalah lain yg muncul. dan tidak ada yg pernah menyangka kalau masalahnya akan seperti itu. sempet kaget juga tadi dengernya.

tapi itulah hidup yg udah dia--temen gw maksudnya--pilih untuk dijalaninya. dia pun sudah berterus terang akan kejadian tersebut dan semua yg menimpa dirinya. setiap orang berhak untuk mendapat maaf, begitupun dengan dia. menurut gw dia berhak untuk mendapat maaf itu. meskipun apa yg dilakukan itu tidak baik.

seperti yg gw bilang tadi kalau berbagi masalah dengan teman mungkin kita bisa mendapat solusi yg tidak terduga dan itu terjadi hari ini. seandainya dia mau cerita sebelumnya pasti semua teman2nya pun akan mau membantunya dan memberikan solusi. kalau sudah kejadian begitu kita cuma akan keilangan kepercayaan. apalagi kepercayaan dari teman-teman.

menurut gw kepercayaan itu penting. kalau orang ngga percaya sama kita ya ngga ada yg mau berteman ama kita. orang jadi ngga mau berbagi ama kita, ngga mau cerita rahasianya, yah intinya sih gitu. yang lebih penting adalah kita ngga akan bisa dikasih tanggung jawab karena kita tidak dapat dipercaya. sekali kita kehilangan kepercayaan maka biasanya kita tidak akan dipercaya lagi kedepannya. sekeras apapun kita berusaha mengembalikan kepercayaan itu tetep aja akan ada embel-embel keragu-raguan di diri orang lain. itu lah kenapa kepercayaan itu penting menurut gw. ngga cuman dalam pertemanan, tapi juga pekerjaan, kuliah, keluarga, semuanya deh.

selain itu pelajaran lainnya selain kepercayaan itu adalah solusi. iyap kalau kita punya masalah kita otomatis pasti butuh solusi. kalau kita ngerasa udah ngga bisa ngatasin suatu masalah sendiri, ada baiknya berbagi atau minta solusi dari orang lain. because everyone has their own perspective from the problem so they have different solution with other and us.

yeahh intinya sih pelajaran yg gw dapet adalah tentang KEPERCAYAAN dan SOLUSI. setiap orang selalu membutuhkan solusi dan kepercayaan.

"kepercayaan ibaratnya adalah sebuah tali. sekali tali itu putus dan diperbaiki maka semuanya tidak akan sesempurna seperti awalnya :)"

so, keep the trust from people who u love and love u :)

-best regards-
gals

cerita

you never late (part 1)

Wednesday, September 29, 2010

“Hey, Man.” Baru sampai Fadli langsung menyapa teman-temannya dengan senyum mengembang tersungging dibibirnya.

“Ngapa lo? Senyum-senyum aje kayak orang gila,” tanya temannya Harsya. “Ngapa dia, Nun?” Karena nggak dijawab oleh Fadli, Harsya pun bertanya kepada Nuna yang notabenenya adalah temennya Fadli dari masih bocah.

“Tanya aja anaknya,” jawab Nuna. Nggak mau ikut campur dan males juga.

Setelah teman-teman mereka penasaran campur bosan menunggu penjelasan dari Fadli akhirnya ia pun buka suara juga.

“Gue udah jadian, Man,” jawabnya masih tidak melepaskan senyum sumringahnya.

Teman-temannya bukannya memberi selamat kepada Fadli malah nengok ke Nuna yang sedang minum. Merasa tengah diperhatikan Nuna berhenti minum dan memelototi mereka.

“Apa lo?!” gertaknya.

Nuna yang mulai merasa nggak nyaman dengan suasana tersebut langsung pindah dan bergabung dengan teman-teamnnya sesama jenis, cewe maksudnya. Sementara Fadli dan teman-temannya masih melanjutkan perbincangan seputar cewe barunya Fadli.

“Elo akhirnya milih Silvana, Fad?” tanya Harsya yang dianggukin Deryl, Lintar, dan Revo.

“Yoi,” jawab Fadli pasti.

“Emang sih lo pernah ngomong kalo lo naksir Silvana karena dia tinggi dan ideal sama lo. Tapi, emangnya selain cantik, tinggi, sama profesinya yang model apa lagi sih yang lo suka dari dia? Jelas-jelas orangnya sombong banget.” Lintar berkomentar.

“Dia baik kok, perhatian juga lagi,” jawab Fadli membela cewe barunya.

“Apanya yang baik coba? Nyapa kita-kita aja nggak pernah. Padahal kan kita ini temen-temen lo,” timpal Revo.

“Jadi cuma gara-gara itu lo akhirnya nembak Silvana? Lo itu nggak sadar atau gimana sih jelas-jelas dideket lo tuh ada yang jauh lebih baik dari Silvana.” Baru saja Fadli akan menjawab komentar dari Revo, Deryl sudah memotongnya duluan.

* * *

“Kamu masih sering nganterin Nuna pulang? Bisa nggak sih dia pulang pergi sendiri ga usah ngerepotin kamu?” Silvana berkata sambil menyilangkan tangannya. Raut wajahnya terlihat tengah kesal.

“Aku nggak merasa direpotin ko, Sil. Lagian dari masih kecil dulu juga aku pulang pergi bareng terus, kan rumah aku sama dia sampingan,” jawab Fadli sambil mencoba sabar.

Baru sebulan mereka jadian dan pertengkaran seperti ini kerap kali terjadi. Pertengakaran yang cukup sepele sebenarnya. Silvana tidak suka kalau Fadli sering nganterin Nuna pulang dan pergi kuliah. Selama mereka jadian memang Nuna cukup sadar diri untuk nggak pergi pulang lagi bareng Fadli, tapi Fadlinya aja yang masih bersikeras. Lagipula mobilnya juga masih muat banget.

“Lagi apa sih masalah begini aja pake diributin. Kan nggak ada yang merasa dirugikan,” samabung Fadli lagi.

“Aku yang dirugikan,” jawab Silvana. Suaranya mulai meninggi.

“Loh?! Kan selama Nuna pulang pergi bareng kita dia nggak pernah ganggu atau apa.”

“Ah udah deh, pokoknya aku nggak suka kalo kamu masih terus pulang pergi bareng dia!!” Silvana berteriak pada Fadli dan kemudian langsung pergi saking kesalnya.

“Jadi sekarang kamu maunya apa?” balas Fadli sambil berteriak juga.

...


To Be Continued :)

-gals-