Seandainya - Windhy Puspitadewi

Wednesday, September 12, 2012


Judul: Seandainya: Tentang Rasa yang Tak Kunjung Terucap
Penulis: Windhy Puspitadewi
Penerbit: Gagas Media
 Tahun Terbit: 2012
Harga Buku: Rp 33.600,- (bukabuku.com)

setting waktu dimulai pada tahun 2002 di mana Rizki akhirnya diterima di Sekolah Menengah Atas (SMA) setelah harus menunda sekolahnya selama 2 tahun. pada hari pertama sekolah ia dan 3 orang murid lainnya, Arma, Juno, dan Christine, dikerjai oleh seniornya. sejak saat itu mereka berempat selalu ditempatkan di kelas yang sama.

setting waktu kemudian berubah ke tahun 2004 dimana mereka sudah menjadi murid senior di SMA-nya. berbagai permasalahan kemudian muncul di setting ini. bisa dibilang, ini lah awal mula cerita mereka. Rizki harus menghadapi temannya yang sama-sama berasal dari keluarga tidak mampu, Agus, yang selalu meminjam uang kepadanya. Agus terobsesi hidup mewah karena berteman dengan Randy, anak orang kaya di sekolah mereka. sayangnya, masalah ini berakhir tragis dengan kematian Agus karena bunuh diri. selain masalah Agus, Rizki juga harus menghadapi perasaannya yang mulai tumbuh pada Juno, tapi ia sama sekali tidak mampu mengutarakannya langsung pada gadis tersebut. belum lagi Christine yang tiba-tiba juga mengutarakan perasaannya pada Rizki.

Christine merupakan putri tunggal dari Gubernur Jawa Timur. ia harus selalu mengenakan "topeng" kemana pun ia pergi. ia dituntut untuk memberikan citra keluarga harmonis dihadapan orang-orang demi ayahnya yang seorang gubernur. Christine sebenarnya lelah dengan hal tersebut. ia kemudian merasa sangat tersanjung ketika mendapat surat-surat yang selalu dikirimkan oleh orang dengan inisial D yang belakangan diketahui bernama Daniel. Daniel rupanya hanya memanfaatkan Christine dengan menjadikan gadis itu bahan taruhan. akhirnya pengirim surat dengan inisial D yang sebenarnya mucul dan diketahui adalah Derry, teman sekelasnya. Christine juga pernah mencoba melakukan usaha percobaan bunuh diri dengan menembakkan peluru ke kepalanya, tapi perbuatannya itu berhasil dicegah oleh Rizki, Arma, dan Juno. ketika itulah Christine mengutarakan perasaannya pada Rizki.

Arma dan Juno merupakan kakak adik. Arma adalah kakak Juno. ia bisa sekelas dengan adiknya karena telat satu tahun. hal itu disebabkan karena Arma perna mengalami sakit selama setahun dan mengharuskannya untuk cuti sekolah dulu. cita-cita Arma sejak dulu adalah menjadi dokter karena bagi Juno dokter merupakan pekerjaan yang hebat. demi membahagiakan adiknya lah Arma ingin menjadi dokter padahal ia sendiri sangat membenci profesi itu meskipun kedua orang tua mereka berprofesi sebagai dokter. untuk menjadi dokter, Arma harus bisa mengatasi rasa bencinya yang beralasan dan mengatasi traumanya terhadap darah. selain itu ia juga harus menghadapi perselisihan dengan Juno.

Juno gadis yang periang. ia adalah adik dari Arma. Juno memiliki cita-cita ingin menjadi seorang diplomat tapi kemudian berbelok menjadi seorang psikolog. Juno diam-diam memendam perasaan yang dalam pada Rizki. ia juga tidak mampu mengutarakannya. selain itu Juno juga harus menghadapi permasalahannya dengan Arma yang berasal dari kesalahpahaman.

setelah menghadapi serangkaian masalah dari setting waktu 2004, setting waktu kemudian berubah ke tahun 2010 dimana ini adalah akhir dari novel ini. siapa yang akhirnya Christine pilih? apakah Arma dapat menjadi dokter sesuai dengan cita-citanya? bagaimana dengan keadaan Juno dan Rizki di tahun ini? apakah Juno dan rizki akhirnya bersatu? jawabannya bisa dibaca sendiri di novelnya yaa (:

pertama kali beli novel ini karena tertarik sama kata-kata di sampul belakangnya. menyentuh banget. tapi pas baca, jujur aja saya kecewa dan ngga menemukan korelasi antara kata-kata tersebut dengan ceritanya. mungkin kata-kata tersebut mewakili perasaan Juno dan Rizki, tapi kenapa ceritanya harus punya ending begituu? ini sih yang bikin saya kurang puas, ending cerita dan fokus ceritanya. ending ceritanya agak mengecewakan menurut saya. saya nggak akan ceritakan di sini, silahkan baca sendiri. 

masalah fokus cerita, awalnya saya mulai ngerti nih jadi pemeran utama dari novel ini adalah Juno dan Rizki, tapi makin lama kebelakang pemeran utamanya jadi mereka berempat, Juno, Rizki, Arma, dan Christine. awalnya sih oh, okee, jadi pemerannya empat dengan latar cerita yang berbeda-beda. di sini fokus cerita yang awalnya ke Juno dan Rizki mulai berubah. menurut saya meskipun penulis berusaha ingin menampilkan cerita dari masing-masing tokoh, ia seharusnya tidak kehilangan fokus pada Juno dan Rizki. 

skala 1-5 saya kasih 2,5 (:

buat teman-teman yang mau baca novel ini silahkan yaa, siapa tahu kalian memiliki pendapat dan pemikiran yang berbeda dengan saya. siapa tahu kalian justru malah suka sama novel ini, sama seperti teman saya. dia bilang endingnya bagus, walaupun menurut saya nggak (: kalau saya lebih suka novelnya Windhy yang judulnya Let Go.

happy reading people (:

"jika dilupakan, jika tidak diingat berarti dia tidak pernah ada.." - Juno
"orang-orang yang menyembunyikan perasaan itu pasti punya alasan kenapa dia melakukannya.." - Juno
"karena terkadang ada beberapa hal yang harus dikatakan baru bisa dimengerti.." - Rizki
"kalau kamu punya tekad yang besar maka tekad itu akan mengalahkan ketakutanmu.." - Dokter Reza
"buku apapun akan saya baca karena bagi saya tidak ada buku yang jelek, yang sedikitpun tidak dapat diambil pelajarannya.." - Rizki

best regards
gals

Rainbow and Ocean - Ruth Priscilia Angelina

Wednesday, September 05, 2012


Judul: Rainbow and Ocean
Penulis: Ruth Priscilia Angelina
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2012
Harga: Rp 34.000,- (bukabuku.com)

Clara tidak tahu kalau liburannya ke Swiss bisa sedikit mengubah perasaannya pada Neo, sahabat sekaligus cinta pertamanya. tidak, Clara tidak pernah jadian dengan Neo, tapi Neo adalah orang pertama yang membuat Clara jatuh cinta. ketika liburan di Swiss, Clara berkesempatan berkemah bersama Oom dan Tante-nya dengan menggunakan camper (mobil van yang menyerupai rumah memiliki kasur, dapur, dan kamar mandi). camper mereka bersebelahan dengan camper milik pasangan suami istri asal Korea-Swiss dengan seorang anak laki-laki mereka. Clara merasa ia jatuh hati dengan anak laki-laki tersebut. sayangnya hingga ia kembali ke Indonesia Clara tetap tidak mengetahui nama anak laki-laki itu. Clara hanya bisa menyimpan gelang berwarna pelangi yang niatnya akan diberikan pada laki-laki itu.

tidak ada yang berubah dengan perasaanya pada Neo meskipun kini dihati Clara masuk wajah laki-laki lain. Clara masih mencintai Neo, Clara masih menyayangi Neo, dan Clara masih tetap cemburu setiap kali melihat Neo bersama Janice. perasaannya pada Neo tidak pernah tersampaikan bahkan hingga mereka lulus kuliah dan Clara berhasil mendapatkan beasiswa S2-nya di Korea. Clara pergi tanpa pernah pamit pada Neo. Clara ingin melupakan Neo. bahkan ia meminta sahabatnya, Diana, untuk tidak memberitahukan kepergiannya pada Neo. Clara mengganti nomer hp-nya, menghapus akun twitter dan facebooknya, mengganti emailnya, dan berpesan pada mamanya untuk tidak memberitahu Neo juga. di Korea, Clara benar-benar ingin membuka lembaran baru dirinya tanpa Neo.

Kim Donggun adalah artis multitalenta yang tengah bersinar namanya di industri hiburan Korea saat ini. Clara akhirnya mengetahui bahwa Kim Donggun adalah anak laki-laki yang menjadi tetangga berkemahnya ketika di Swiss beberapa tahun lalu. Clara tidak menyangka kalau Donggun ternyata juga memiliki perasaan yang sama dengannya. Clara menerima pengakuan Donggun meskipun pemuda tersebut menembaknya tidak dengan cara yang romantis. tapi itulah salah satu sifat Donggun yang Clara suka diantara sifat aneh lainnya yang bisa tiba-tiba berubah dalam sekejap. Clara sudah merasa lebih baik dengan hidupnya saat ini. ia tidak pernah lagi memikirkan Neo.

siapa sangka akhirnya Clara dan Neo dipertemukan kembali di Korea. Clara diminta datang ke lokasi pemotretan Donggun dan menjadi pengganti dari model wanita yang akan berpasangan dengan lelaki itu. Clara terkejut ketika mengetahui bahwa fotografer yang akan memotretnya adalah Neo. 

gimana kelanjutan cerita Clara-Donggun-Neo setelah kedatangan cinta pertama Clara tersebut? silahkan dibaca langsung aja dinovelnya aja yaaa (:

sejujurnya saya beli novelnya karena tergiur dengan resensi novel ini yang pernah dibuat oleh salah satu blog dan karena covernya yang unik. tapi pas baca agak sedikit kecewa sih karena saya ngga dapet logika ceritanya. kadang-kadang saya mesti baca berulang kali untuk bisa ngedapetin feel dari maksud beberapa kalimat. jalan cerita yang cukup cepet dan nggak ada keterangan waktunya bikin saya sedikit bingung dan nebak-nebak sendiri ini part-nya udah berapa bulan/tahun kemudian. so sorry to say this. itu sih kekurangannya yang bikin saya rada kecewa sama isinya.

skala 1-5 saya kasih 2,5 (:

dan buat yang baca blog saya, ngga usah takut beli novel ini karena skala yang saya kasih kecil. karena kan pendapat tiap orang beda-beda jadi siapa tau kalo menurut kalian novel ini bagus. so, happy reading people (:

"but let me love you softly from now on, Neo. let me love you silently.." - Clara

"jadi inilah awal semua penyesalanku. cepat pulang. kamu hanya menyukaiku seorang. jangan jatuh cinta pada orang lain!" - Neo

"bogosipho*, Clara-ssi.." - Kim Donggun

best regards
gals

* I miss you

Impossible - Nina Ardianti

Thursday, August 30, 2012

heyooo people, akhirnya saya kembali ke dunia per-blog-an setelah sebulan absen ngga posting apa-apa. (sok sibuk lo, gal, toyor nih). well banyak hal yang udah lewat dalam sebulan ini dan tentunya basi banget kalo baru saya posting sekarang, misalnya kayak ucapan selamat puasa atau lebaran. ya kan? nah dari pada postingan saya sekarang dibilang basi mending saya posting sesuatu yang masih rada baru. ngga jauh-jauh kok, saya akan me-review novel yang sempet saya baca ditengah kesibukan kerja dan part time. judul novelnya itu "Impossible".

 
Judul: Impossible: Kau Tak Akan Pernah Bisa Seperti Aku
Pengarang: Nina Ardianti
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: 2012
Harga: Rp 36.000,- (bukabuku.com)

Anastasia Shaza Alamsjah, atau biasa dipanggil Nasta, adalah seorang murid dari Voltire International School (VIS). otaknya cemerlang, emang nggak cemerlang-cemerlang banget sih tapi dia adalah kandidat best student di VIS dan striker utama di tim sepak bola cewek VIS. hidupnya sama fabulous-nya dengan para murid VIS lainnya. 2 hal yang  Nasta tau kalo mau masuk VIS adalah otak lo harus encer banget, atau orang tua lo harus tajir banget dan point kedua lah yang sering Nasta liat di VIS.

kisah bermula ketika Nasta dipaksa kedua orang tuanya untuk mengikuti segudang les privat yang sebenarnya tidak dibutuhkannya. bukan karena sombong akan kemampuan otaknya, tapi karena memang Nasta sudah merasa cukup dengan kemampuannya. tapi ternyata orang tuanya tidak sependapat dengan Nasta dan merasa perlu memberikan les-les tersebut. dan seakan tekanan dari kedua orang tuanya belum cukup, Nasta harus menghadapi surat kaleng yang dikirim oleh orang yang tidak dikenalnya. nggak bener-bener surat kaleng sih karena isinya bukan surat dan nggak dimasukin ke dalem kaleng juga, tapi kumpulan foto-foto dirinya tengah berdua dengan Kafka, asisten pelatih klub sepak bolanya. sekilas emang ngga ada yang salah kalopun mereka berdua deket. tapi di VIS ada peraturan yang melarang seluruh karyawan VIS memiliki hubungan romantis dengan murid-muridnya, lagipula Nasta dan Kafka tidak seperti yang digambarkan dalam foto-foto tersebut. Nasta menganggap Kafka sebagai pengganti kakaknya, Nanza, yang sedang melanjutkan studinya di Bandung.

dinovel ini diceritakan bagaimana Nasta harus menghadapi masalah-masalah tersebut ditambah dengan hubungannya dengan Akira, pemain sepak bola cowok VIS, yang maju mundur. ada pula Dico yang terobsesi dengannya sejak grade 10 biar kata udah ditolak sama Nasta, dan cowok anak Harapan Bangsa yang bikin Nasta merasakan pengalaman naik metromini pertamanya, Al. terus siapa dong yang dipilih Nasta? gimana kelanjutan soal orang tuanya yang pemaksa itu dan siapa pengirim surat kaleng tersebut? mending baca langsung aja yaa (:

buat yang belum tahu, novel Impossible ini adalah novel terakhir dari rangkaian novel yang terangkum dalam satu seri yaitu The Glam Girls Novel. seri The Glam Girls itu dimulai dari Glam Girls, Reputation, sama Unbelievable yang nyeritain tentang clique-nya Rashi terus dilanjutin sama Magnificent, Outrageus, dan Impossible yang nyeritain clique-nya Tiara. dan itu artinya Nasta 1 clique dengan Tiara. ceritanya bukan cerita bersambung sih karena tiap novel itu beda tokoh utama. 1 novel itu menceritakan 1 sudut pandang dari salah 1 anggota clique tersebut tapi semua settingnya sama, sama-sama diambil di VIS dan tempat-tempat happening lainnya.

dari dulu sih saya pribadi suka banget ngikutin novel ini, jadi untuk Impossible ini rada sedih juga karena seri terakhir dari Glam Girls. sebenernya sih cerita dari kesemua serinya hampir mirip, yaitu relationship between friends, parents, and boys. ngga jauh-jauh dari itu. tapi setiap novelnya dikemas dengan baik meskipun konfliknya hanya berputar disitu-situ aja.

okaayy overall saya kasih nilai 3.5 dari skala 5 karena saya kurang puas sama endingnya, gantuuunggg. jadi berharap ada lanjutannya deh kalo begini caranya..

happy reading (:

best regards
gals

south korea

Soul of Seoul (Part IV)

Saturday, July 21, 2012

sepertinya postingan kali ini bisa jadi postingan terakhir mengenai perjalanan saya ke korea. sebelumnya saya sudah menulis 3 part untuk cerita mengenai perjalanan saya ke Seoul. daann ini yang ke empat. enjoy people (:

Rabu, 27 Juni 2012

hari ini bukan hari terakhir saya berada di Seoul tapi hari terakhir saya menjelajah kota besar ini. hari terakhir ini memang dari awal sudah saya dan donna rencanakan akan jadi shopping day. hahaha pokoknya hari ini didedikasikan hanya untuk belanja, belanja, dan belanja. tapi siapa sangka pada akhirnya kita malah ngga cuman belanja tapi juga nyoba jalan-jalan lagi. padahal waktu sehari belom tentu cukup buat belanja. okaaayy here we go..

rencana awal emang kita ada niatan buat ke Star Avenue, pokoknya tempat ini yaaa surga kecilnya KPopers deh. soalnya di Star Avenue itu banyak dipajang barang-barang yang pernah dipakai sama artis-artis KPop. tapiii pas udah sampe Korea ngga tau kenapa si donna pengen banget ke Lotte World padahal itu tempat sama aja kayak dufan. akhirnyaaa niatan ke Star Avenue pun belok. tapi pada akhirnya sih kita tetep ke Star Avenue ngga jadi ke Lotte World karena tiket masuk yang terbilang cukup mahal, sekitar 37.000 won (silahkan hitung kalo dirupiahin berapa). terus juga karena saya mikir-mikir takut uang yang saya bawa ngga cukup buat beli oleh-oleh. maklum titipan banyak hahhaa.

pagi jam setengah 10an kita berangkat ke Jamsil Station tempat Star Avenue berada. fyi, Star Avenue, Lotte World, Lotte Departement Store terbesar, dan Lotte Duty Free Shop terbesar ada di satu gedung yang sama. sampai Jamsil Station kita bisa keluar di exit 4. begitu keluar exit 4, okeee kayaknya ini station subway paling bagus yang pernah saya liat dari selama perjalanan saya ke Seoul kemaren. keliatan banget modernnya dibanding station subway yang lain. keluar dari station itu udah masuk ke arena milik Lotte karena di dalamnya ada Lotte Departement Store. kalo mau ke Lotte World, Star Avenue, atau Lotte Duty Free Shop kita jangan ambil jalan yang masuk ke Lotte Departement Store tapi ambil jalan yang ada disebelah pintu masuk Lotte Departement Store. nanti kita akan ketemu sama mesin-mesin yang menjual tiket Lotte World, nah buat yang mau ke Lotte World bisa beli tiket dari mesin-mesin ini. dan buat yang mau ke Star Avenue lanjutin aja perjalanannya lagi. ngga jauh dari mesin-mesin penjual tiket Lotte World ini kita udah ada di depan Star Avenue. 

di Star Avenue itu selain yang saya bilang dipajangnya barang-barang yang pernah dipakai sama artis-artis KPop ada juga beberapa setting untuk drama. untuk masuk ke Star Avenue ngga gratis, kita harus bayar 10.000 won. cukup mahal sih menurut saya karena dalemnya Star Avenue gitu-gitu aja. jadi kita akan ditanya siapa artis/penyanyi KPop yang kita suka kemudian akan diarahkan ke bagian yang ada artis/penyanyi KPop yang kita suka itu. tapi isinya sedikiitt. selain itu ada juga setting untuk drama gitu yang bisa digunakan untuk foto-foto lengkap dengan kostumnya. kita bisa milih kostumnya sendiri, tapi sayangnya kalo mau foto kayak gini mesti ngeluarin uang lagi kurang lebih 7.000-9.000 won. 

Lotte World Skate Rink

banyak adegan di KDrama yang diambil di Lotte World Skate Rink, contohnya yang paling terkenal Full House

Lotte World Star Avenue (:

nyasar ampe keluar area Lotte Mall, eh ketemu ini (:

abis dari star Avenue kita melanjutkan perjalanan ke Kona Beans. iyah Kona Beans yang punyanya ibunya Leeteuk, Sungmin, ama Kyuhyun itu. letaknya di Apgujeong-dong. naik subway lagi terus turun di Apgujeong Station keluar lewat Exit 2. dari Exit 2 kita mesti jalan kaki, agak sedikit jauh dan letaknya masuk ke dalem gang gitu sih. untungnya waktu di K-Story kita udah sempet nanya sama Bruce arah ke Kona Beans. dan temennya Bruce yang jaga kafe K-Story ngasih kita petunjuk dan peta yang dia gambar. intinya adalah kita mesti jalan berlawanan dengan Exit 2. lurus terus sampe ketemu gas station, dari gas station nanti ketemu sama jalan masuk pertama ke kanan, yang ada coffee shop Angel-in-us. nah Kona Beans ada di samping Angel-in-us. ngga bener-bener pas di sampingnya sih, tapi cuma beda beberapa gedung aja.

karena pas nyampe Kona Beans udah masuk jam makan siang jadi saya dan donna mesen Waffle sama Strawberry Smoothies. untuk ini aja udah abis 10.000 won. menurut saya sih harga makanan dan minuman di Kona Beans lebih mahal dibanding Handle and Gretel. tapi yaudahlah yaaa yang penting kenyang :p. di sini ngga ada ketemu Leeteuk, Sungmin, ama Kyuhyun, bahkan adeknya Sungmin yang biasanya jaga, Sungjin, juga ngga ada. hiks syediihhh. pas kita udah selesai makan tinggal minum aja eehh ada ahjumma (perempuan paruh baya) gitu keluar dan mereka nyapa semua pengunjung kafe termasuk kita. dari sini saya dan donna mikir, pasti ini ahjumma bukan orang biasa. hahaha. dan ngga lama orang Jepang yang duduk ngga terlalu jauh dari saya minta foto bareng ahjumma ini. nah kan, kayaknya ini ahjumma ibunya salah satu member Super Junior deh. yaudah biar kata ngga kenal, kita nekat aja minta foto bareng ahjumma ini. udah foto dan si ahjumma udah balik lagi ke dalem saya langsung nge-twit ke adek saya minta cari tau ahjumma yang ada difoto sama saya itu ibunya siapa. daaannn you know what siapa ahjumma itu? IBUNYA SUNGMIN. iya ibunya Sungmin yang member Super Junior itu loh. baahhh antara seneng tapi juga ngerasa gagal jadi ELF karena ngga ngenalin. hahahhaha..

Kona Beans dari luar

Kasir di Kona Beans

ada foto Leeteuk, Kyuhyun, dan Sungmin sebagai pajangannya (:

Strawberry Smoothies and Waffle (jangan pernah kalkulasiin apa yang lo beli ini dengan rupiah, yakin sakit hati deh)

with Sungmin's Eomma (:

abis dari Kona Beans saya dan donna tiba-tiba pengen tahu letak kantor SM Entertainment di mana. buat yang ngga tau SM Entertainment itu salah satu agensi artis besar di Korea beberapa yang ditanganinya adalah Super Junior, SNSD, TVXQ, BoA, dll. kenapa tiba-tiba pengen ke sana? karena letaknya juga ada di Apgujeong. akhirnya kita nyoba jalan nyusurin itu Apgujeong-ro, tapi sayangnya ga nemu-nemu. karena hari udah agak sore dan kita juga belom belanja oleh-oleh jadi yasudaahh balik saja lah ke Myeongdong. istirahat sebentar di guesthouse baru kemudian lanjut wisata belanja :D
pertama-tama kita ke Namdaemun Market. di sini sih sebenernya pasar biasa gitu doang. jangkauan harganya itu untuk menengah ke bawah. udah dapet di sini, tiba-tiba pengen ke Insadong Market yang letaknya, okeee, cukup jauh dari Namdaemun. abisan di Namdaemun sedikit yang jualan souvenir khas Korea gitu. akhirnya yaudah kita ke Insadong biar kata hari udah hampir gelap. sampe Insadong yaa masuk-masuk waktu magrib dah. toko-toko di Insadong juga udah pada siap-siap buat tutup. untungnya masih ada yang buka. kalo di Insadong emang bisa dibilang pusatnya oleh-oleh souvenir khas Korea deh. selesai dari Insadong kita balik lagi ke Myeongdong dan jalan-jalan di Myeongdong Market. ngga lupa juga balik lagi ke K-Story :D
pas kita sampe di Myeongdong Market eehh pas lagi ada acara gitu. yaaa acara yang kayak di KDrama gitu loh yang nge-couple-couple-in orang gitu. padahal mah orang yang ditarik ke atas panggung ngga saling kenal. abis ngeliat itu kita lanjut jalan lagi masuk-masuk ke Myeongdong Market. dan milih buat balik lagi ke K-Story. pas kita nyampe ternyata Bruce lagi sibuk. jadi kita agak sedikit dicuekin. hiks syediihh. dan yang nyambut kita malah 2 orang cewe Malaysia yang kayaknya lagi liat-liat barang-barang di K-Story. ini 2 orang Malaysia sok kenal gitu ama K-Story, ya ama toko-nya lah, ama pemiliknya lah, malahan dia yang nyuruuh kita duduk. okee sebenernya yang bawel itu cuman 1 orang sih, yg 1 lagi mah diem aja. sampe akhirnya kebawelan dia berenti pas Bruce nyapa kita berdua. "Apa kabar?" "Apa Kabar?" sambil nepok bahu saya sama donna. seriously saya sempet merhatiin perubahan muka itu 1 malaysian. dia kaget gitu karena ternyata si 'tuan toko' yang tadi dia dengan sok tau kenalin ke kita itu udah kenal ama kita duluan. hahahha..

tapi dari percakapan yang saya lakukan dengan orang malaysia ini ada pelajaran yang bisa saya ambil. meskipun bahasa dan logat/dialek kita sedikit berbeda tapi masih tetep bisa berinteraksi dengan bahasa masing-masing. dia ngomong pake bahasa Melayu-nya dan saya ngejawab dia dengan bahasa Indonesia. dan kemudian saya mikir, selama ini saya selalu ingin tahu bahasa Korea itu baik di pedesaan maupun di perkotaan menurut saya sama saja, tapi orang Korea bilang kalo dialek mereka itu beda. sedangkan saya mikirnya beda dialek ya beda bahasa karena itu lah yang kita alami di Indonesia kan? bahasa di Jawa Tengah dengan di Kalimantan misalnya satu sama lain berbeda kan? bukan sekedar dialek aja, tapi sampe semuanya pun beda. makanya saya mikirnya di Korea itu bahasanya juga beda-beda, tapi ternyata cuma 1 ya Bahasa Korea itu sendiri hanya saja beda dialek/pelafalan aja. dan akhirnya saya mengambil satu kesimpulan perbedaan dialek itu terjadi pada bahasa yang sama tapi nada pengucapannya berbeda. kayak kalo orang Jakarta ngomong pake Bahasa Indonesia pasti beda kan dengan orang Jawa Tengah yang ngomong pake Bahasa Indonesia, orang Jawa pasti ada beberapa lafal yang dia ucapin lebih medok. ya kan? (:

oh yaaa sampe lupa. untungnyaa saya sama donna masih sempet ketemu sama Bruce karena ternyata besok paginya jam 10 dia mau terbang ke Thailand. dia sempet kaget juga waktu kita bilang kita pulang besok ke Indonesia. dia juga nanya penerbangan kita berdua jam berapa, ternyata cuma beda setengah jam. kita take off lebih dulu daripada pesawat Bruce. just for information Bruce ke Thailand itu dalam rangka launching cabang tokonya dia. jadiii sekarang K-Story udah punya cabang di Thailand namanya T-Story. Congratulation Bruce. or should i call you Oppa? :p

liat ngga plang K-Story? nah di situlah tokonya berada. kecil banget kan? makanya kalian harus mengapresiasi penglihatannya donna karena bisa ngeliat plang dan toko yang nyempil begini :p

Heechul Corner. hahaha..

with Bruce Youn

Myeongdong Market di malam hari. kangen banget sama ramenya (:

 jalan masuk ke Myengdong Market. kalo hari biasa ngga ada gapura Super Junior gini. ini karena lagi ada Seoul Summer Sale aja jadi dipasang beginian dan tahun ini Super Junior jadi artisnya gituu.

bisa dibilang selesai sudah jalan-jalan saya dan donna di Seoul. abis dari Myeongdong Market kita pulang deh ke guesthouse dan packing karena besok pagi harus segera berangkat ke bandara kalo ga mau ketinggalan pesawat. well itu jadi hari terakhir saya sama donna berpetualang di Seoul. kalo ditanya kurang apa ngga? pasti kurang banget lah. karena masih banyak tempat-tempat yang belom sempet kita datengin.

Kamis, 28 Juni 2012

pagi-pagi jam setengah 6 kita check out dari Myeongdong Guesthouse karena pesawat sendiri take off jam setengah 10. tadinya mau check out jam 6 tapi kata Mr. Park lebih baik jam setengah 6 karena kalo masih jam segitu Airport Limousine Bus lebih cepet dateng. dan si Mr. Park mau aja waktunya digangggu oleh kita berdua yang mau check out dari guesthousenya dia. dari guesthouse kita lebih milih nyebrang lewat atas daripada lewat subway station karena udah tau seluk beluknya Myeongdong. aiihhh sombong. hahaha. nunggu Airport Limousine Bus di depan Sejong Hotel persis. karena untuk kawasan Myeongdong yang ini tempat pemberhentian Airport Limousine Bus cuma di depan Sejong Hotel. sepuluh menit kemudian akhirnya bus yang ditunggu sampe didepan kita. naik dan pas busnya jalan mikir "so is this the right time to say goodbye to this place?" taaauu kok tauuu ini lebay banget. tapi beneran deh Seoul itu ngasih kesan yang bagus untuk saya pribadi. rasanya ngga pengen pulang..

tampak depan Myeongdong Guesthouse. meskipun saya ngga merekomendasikan tempat ini tapi penginapan ini tetep ngangenin. penginapan dengan bau kacang. hahahha..

dan sampe bandara biasa lah yaa prosedur-prosedurnya, nunggu, masuk pesawat, take off. and i should say goodbye to Korea for a while. doakan saya bisa balik lagi ke Korea ya teman-teman (:
selesai deh perjalanan saya di Seoul (: sampe ketemu lagi di postingan yang lain..
best regards
gals