Monsters University (review)

Sunday, July 07, 2013

sesuai dengan judulnya hari ini, saya akan posting tentang film yang masih terhitung baru yaitu Monsters University.


Judul: Monsters University
Sutradara: Dan Scanlon
Pengisi Suara: Billy Crystal, John Goodman, Julia Sweeney, dll.
Tanggal rilis: 21 Juni 2013

Mike Wazowski adalah seorang monster sekaligus mahasiswa di Monsters University. Monsters University (MU) merupakan kampus untuk para monsters. salah satu mata kuliah yang ada di MU adalah Program Menakuti. ini adalah mata kuliah dasar bagi seluruh monster. Mike sangat bersemangat dengan mata kuliah ini. ia belajar menakuti dari buku dan teknik-teknik menakuti lainnya. singkat cerita sampailah pada waktu ujian menakuti. dekan dari MU datang untuk melihat ujian Program Menakuti ini berlangsung. sayangnya di sini, Mike dan James P. Sullivan--monster yang dibencinya--bertengkar hingga menyebabkan tabung jeritan milik dekan mereka rusak. mereka dihukum tidak boleh mengikuti kelas Program Menakuti lagi.

mereka berdua akhirnya masuk ke kelas Sejarah Pembuat Tabung Jeritan. tabung jeritan merupakan tabung yang berisi jeritan dari anak-anak yang takut dengan para monster, selama ini para monster memang hidup dari jeritan anak-anak ini. karena James juga dikeluarkan dari kelas Program Menakuti, kelompoknya pun meninggalkannya. sebelumnya James tergabung dalam sebuah kelompok paling bergengsi di MU yaitu ROR (Roar Omega Roar) kumpulan monster yang memiliki teriakan menakutkan dan membahana. 

Mike kemudian teringat dengan Kontes Menakuti yang mana pemenangnya dapat diakui oleh seluruh penghuni MU sebagai monster terseram. Mike sangat terobsesi menjadi monster yang paling seram. ia kemudian mendaftar Kontes Menakuti ini dan bergabung dengan Oozma Kappa, kumpulan monster yang tidak ada seram-seramnya sama sekali dan justru terkesan sangat imut. karena Mike sudah terlanjur membuat kesepakatan dengan dekannya, ia termasuk Oozma Kappa diizinkan mengikuti Pogram Menakuti lagi bila menang, ia tidak bisa mundur. namun masalahnya adalah satu tim harus terdiri dari 6 monster, Oozma Kappa terdiri dari 4 monster ditambah Mike jadi 5. akhirnya James bergabung dengan tim mereka karena ia juga tidak suka diremehkan terus menerus oleh kelompok ROR.

untuk bisa memenangkan kontes ini ada beberapa tantangan yang harus dilalui. pertama adalah tantangan beracun, yaitu mereka harus melewati sebuah lorong yang sudah dipenuhi oleh bulu babi beracun di atas tanahnya yang kalo kena bakal bikin tubuh kita bengkak. pada tantangan ini Oozma Kappa kalah karena ternyata pemenangnya ditentukan bukan dari salah satu anggotanya sampai di garis finish duluan melainkan seluruh anggota. yang sampai digaris finish duluan dari Oozma Kappa adalah Mike dan James. tapi mereka beruntung karena salah satu tim berbuat curang dengan menggunakan cairan/krim (?) yang bisa bikin mereka kebal sama bulu babi itu sehingga mereka didiskualifikasi.

tantangan kedua adalah mengambil bendera yang diletakkan di perpustakaan. kelihatannya gampang tapi mereka harus menghindari pustakawannya yang memiliki telinga sangat peka. bila terdengar suara deritan sedikit saja maka dia akan melempar orang itu keluar perpustakaan. tantangan ketiga adalah mereka harus berjalan melalui labirin, di dalam labirin sudah disediakan papan dewasa dan anak-anak. jadi mereka harus menakuti anak-anak sampai lampu berwarna hijau di atas kepala anak tersebut menyala dan mereka juga harus bersembunyi dari papan dewasa. tantangan terakhir adalah simulasi menakuti. pada akihrnya Oozma Kappa menang dengan Mike yang mendapatkan nilai sempurna untuk tantang simulasi menakuti ini. ia sempat tidak percaya karena seluruh monster menganggapnya tidak seram sama sekali, justru kebalikannya ia adalah monster hijau kecil yg sangat lucu. akhirnya Mike pun mengetahui apa yang membuatnya mendapatkan nilai sempurna ditantangan tersebut. dan itu membuatnya sangat sangat sangat kecewa pada James.

ayoo, tebak apa yang dilakukan James sampe bikin Mike kecewa begitu? gimana kelanjutan kisah mereka setelah memenangkan konstes menakuti? bisa kah mereka kembali ke kelas Program Menakuti? mumpung masih ada di bioskop, mending langsung nonton aja deh :D

overall saya sangat terhibur dengan jalan cerita dan tingkah konyol dari para Oozma, mereka beneran monster-monster imut deh. walaupun ini katanya adalah sekuel dari Monster Inc. saya yang nggak nonton film pertamanya tetep bisa mengerti dengan jalan ceritanya. 

sempet seneng juga waktu ada scene perpustakaannya. eh tapi pas ngegambarin pustakawannya rasanya saya jadi pengen acak-acak yang bikin film deh. digambarinnya tuh tua dan serem gitu. hiingg image perpustakaan masih begitu ternyata dimata masyarakat ):

rating pribadi untuk film ini buat saya 3.5/5

"Aku bersikap menakutkan tapi seringkali aku ketakutan.." James P. Sullivan

berhubung saya itu kalo nonton ngga pernah sendiri, sebenernya rada males juga sih kalo dibioskop beli tiket ditanya, "buat berapa orang?" trus gw jawab, "satu" kan rada gimanaaa gitu yaaa, jadi pas kebetulan ini diajakin yaudah hayuk aja nonton. partner nonton Monsters University ini adalah Nadia. tadinya mau ngajakin Gita lagi, tapi............... :D

best regards,
gals

Refrain (movie review)

Wednesday, June 26, 2013

selamat pagiii..

ternyata lebih enak yaa kalo nulis pagi-pagi. kebiasaan kalo nulis blog biasanya malem, sekarang ngga tau kenapa jadi lebih suka nulis pagi. jadi, sesuai sama judulnya hari ini saya mau review sedikit tentang satu film Indonesia yang baru aja keluar, judulnya adalah Refrain. film ini merupakan adaptasi dari novel karya Winna Efendi yang memiliki judul sama, Refrain. 

Judul: Refrain
Sutradara: Fajar Nugros
Pemain: Afgansyah Reza, Maudy Ayunda, Chelsea Elizabeth, Maxime Bouttier, dll.
Tanggal rilis: 20 Juni 2013

cerita ini berawal dari kisah persahabatan antara sepasang manusia, Niki (Maudy Ayunda) dan Nata (Afgansyah Reza). mereka bersahabat udah dari kecil banget. rumah mereka yang bersebalahan salah satunya membuat mereka sering bertemu dan main bareng sampai akhirnya deket dan sahabatan sampe SMA. di sekolahnya, Niki adalah salah satu anggota cheers dan Nata hanya seorang siswa biasa. mereka sering pulang pergi bareng ke sekolah dengan menaiki sepeda Nata.

suatu hari, sekolah mereka kedatangan seorang murid pindahan bernama Annalise (Anna) yang merupakan anak dari seorang model terkenal, Vidia Rosa. Niki yang ngefans banget sama Vidia Rosa kemudian ngajakin Anna (Chelsea Elizabeth) kenalan di UKS waktu nggak sengaja ketemu pas mau manggil Nata untuk pulang setelah dia selesai latihan cheers. sejak saat itu, Niki dan Nata tidak lagi main berdua, tapi bertiga dengan Anna. 

sekolah mereka bertiga rencananya akan mengadakan pensi. Niki meminta Nata untuk tampil dipanggung sekolah mereka karena Niki tahu kalau Nata punya potensi untuk jadi penyanyi. sayangnya, Nata tidak pernah menunjukkan ini di depan orang banyak. hanya Niki yang tahu kebiasaan Nata yang suka bermain musik dan menyanyi. Nata akhirnya setuju untuk tampil dipanggung karena Niki menjanjikan akan menonton dirinya di paling depan dan sebelumnya ia udah kepalang janji kalo bakal ngabulin apapun permintaan Niki demi mendapatkan maaf gadis itu, waktu mereka marahan sebelumnya.

penampilan Nata ternyata bertepatan dengan pertandingan basket antara sekolah mereka melawan SMA Pelita. mau nggak mau, Niki harus jadi pemandu sorak ketika pertandingan tersebut berlangsung. setelah pertandingan selesai, Niki langsung berlari ke panggung tempat Nata tampil dan ia melihat teman-temannya sudah menyoraki Nata untuk segera turun. tapi Niki dengan berani memberikan Nata dukungan sehingga pemuda tersebut bisa melanjutkan penampilannya.

pertandingan basket antara sekolah mereka dengan SMA Pelita mengantarkan Niki pada Oliver (Maxime Bouttier). Oliver adalah kapten basket dari SMA Pelita. dan terliaht jelas kalau Oliver naksir sama Niki. mereka jadi sering keluar bareng dan ini membuat intensitas jalan bareng antara Niki dan Nata berkurang. Nata cemburu. diam-diam memang selama ini Nata menyimpan perasaan pada Niki, sahabatnya itu. tapi dia tidak berani mengungkapkannya. suatu malah akhirnya Nata memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya mengenai perasaannya ke Niki, tapi sayang Niki keburu cerita kalau dia baru saja ditembak Oliver dan mereka sudah jadian. Nata harus menelan kembali perasaannya.

Nata dan Niki berkesempatan main ke rumah Anna. secara nggak sengaja Nata dan Niki akhirnya mengetahui kalau Anna memiliki perasaan khusus pada Nata. Nata mengejar Anna dan Anna akhirnya mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya pada Nata. Nata kemudian berkata kalau ia menyayangi Niki. pada saat yang sama Niki memergoki mereka. ia kemudian pergi dan sejak saat itu Nata dan Niki tidak pernah main bersama lagi.

ujian akhir sudah terlewati dan mereka semua dinyatakan lulus. untuk merayakan kelulusan ini, sekolah mereka mengadakan prom nite. Anna datang dengan Ka Danny, kakak Nata. Nata datang sendiri dan Niki pun juga datang sendiri. Niki datang sendiri karena Oliver kekasihnya tiba-tiba meneleponnya dan berkata kalau ia tengah sakit jadi tidak bisa menemani Niki ke prom. siapa sangka ternyata di prom Oliver datang dengan Helena, kapten cheers Niki. Niki yang hendak menampar Oliver dicegah oleh Helena dan tiba-tiba saja Nata muncul dan memukul rahang Oliver. ia kemudian mengajak Niki pulang. sampai di rumah, Nata akhirnya jujur pada Niki kalau dirinya akan berangkat ke Austria besok untuk melanjutkan sekolahnya dibidang musik. 

apa yang terjadi kemudian? bagaimana dengan hubungan antara Nata dan Niki? nah daripada spoiler mending langsung aja nonton deh yaa :D

keseluruhan sih lumayan yaa menurut saya, karena saya baca novelnya dan suka sama jalan ceritanya. tapi difilm-nya nggak tau kenapa kurang greget gitu. Anna contoh, kurang banget scene yang ngasih "sinyal-sinyal" kalo diem-diem naksir Nata. Oliver, yang nggak diceritain kenapa dia mau dateng ke prom bereng sama Helena? kalo dinovelnya itu diceritain alesannya. kalo difilm nggak, jadi gantung banget gitu maksud scene itu. 

yang hilang dari buku difilm-nya itu kayak dinovel diceritain kalo orang tua Nata dan Niki nggak dinas ke Papua, difilm diceritain kalo orang tua mereka dinas ke sana. dinovel, Niki punya seorang adik perempuan, sementara difilm diceritain niki adalah anak tunggal. ada satu adegan dimana dinovel diceritain kalo Anna mergokin Nata masukin amplop warna biru ke dalem kotak (ini pas lagi perayaan valentine) tapi difilm diceritainnya amplop biru ini dikasih Ka Danny ke Niki pas Nata udah pergi ke Austria. trus dinovel diceritainnya Nata ngelanjutin sekolah musiknya ke Amerika, nah kalo difilm diceritainnya ke Austria. yaahh begitulah beberapa part yang hilang difilm. dan part penting dari kehidupan Anna malah dihilangkan, dinovel diceritain banget gimana kehidupan Anna dengan Vidia Rosa, kalo difilm nggak, jadinya gantung juga sama kisahnya si Anna. mungkin masalah durasi juga kali yaa makanya part-part tersebut dihilangkan..
 
okeee jadi menurut saya ini 2,5/5 alias yaahh lumayan deh (:

oohh iyaa, di sini ada satu pemain yang tiba-tiba menarik perhatian saya gitu deh. hahahaha si pemeran Oliver lumayan cute yah :p lesung pipi-nya ituuuu nggak nahan banget :D

"tiba-tiba dia berubah. dia punya dunianya sendiri yang gue nggak kenal.." Nata
"it's always been you, Nik.." Nata
"i'm okay.." Niki
"it's always been you, too.." Niki

seperti biasa, saya nonton film ini sama Gita. partner nonton film yang diadaptasi dari novel :D kita kayaknya emang penikmat film-film adaptasi gini deh. walaupun orang-orang kadang bilang biasanya film adaptasi gini kurang bagus, tapi tetep aja kita nonton. hahaha. nggak tahu deh nih berapa banyak film adaptasi yang kita tonton bareng..

best regards
gals

Lulus! :"

Tuesday, June 25, 2013

halooo selamat pagi..

sudah berapa bulan yaa saya tidak menulis di sini. tolong jangan salahin saya yang males tapi salahin si Mr. S yang minta banget cepetan diselesaiin daaaaannnn alhamdulillah akhirnya Mr. S1 dan Mr. S2 udah selesai (: walaupun hasilnya tidak sebaik sempurna tapi tetep bersyukur akhirnya bisa selesai semua rangkaian di semester akhir.

kemarin itu tanggal 24 Juni 2013 tepat pukul 5.05PM ketua sidang saya memutuskan kalau saya lulus dan berhak untuk menyandang gelar sarjana humaniora yang kalo disingkat jadinya S.Hum :" alhamdulillah perjuangan 4 tahun di kampus perjuangan (juga) akhirnya selesai. 

dosen-dosen saya juga bilang, walaupun perjuangan di kampus ini sudah selesai, tapi perjuangan yang sebenarnya baru dimulai. memang bisa dibilang ketika di kampus itu kita seperti diberi pelatihan untuk kemudian dilepas ke dunia kerja. sama seperti hewan dalam penangkaran yang dilatih untuk kemudian dibebaskan di alam bebas. manusia juga sama. hanya bedanya alam bebas manusia ini adalah kehidupan. kehidupan secara keseluruhan.

well, sebenernya hari ini cuma mau posting soal Mr. S2 ini aja sih. selama di dalem ruangan alhamdulillah presentasi lancar. nah pas sesi tanya jawab. jreeennggg gokil emang yah dosen-dosen. udah dilatih banget buat kritis kali yah. dan kritis-nya mereka ini bikin saya merasa terjebak, sampe-sampe pas keluar saya ketawa-tawa sendiri karena merasa dibegoin gitu :D

tapi apapun yang terjadi, paling ngga saya sudah lulus walaupun revisian menanti di depan :D


ki-ka: pembimbing, penguji, saya, penguji, panitera
 
akhir kata untuk tulisan saya hari ini, terima kasih banyak untuk Pak Zulfikar selaku dosen pembimbing, Pak Sumaryanto dan Ibu Utami selaku dosen penguji, dan Kak Anton selaku dosen panitera. terima kasih banyak (":

best regards,
gals

ps. Mr S1= skripsi, Mr. S2= sidang :D

Madre (review)

Thursday, March 28, 2013

haloo selamat sore menjelang malam..

ngga tahu ini kenapa tiba-tiba mau nulis lagi. mungkin karena latah gara-gara abis nonton Madre, yang si pemeran utamanya suka banget ngeblog. mungkin juga stres karena mikirin skripsi dan si papi pembimbingnya. atau mungkin juga gara-gara hujan jadi mellow-mellow gimanaa gitu. haha. tapi dari mungkin-mungkin di atas cuma ada satu yang pasti, saya kangen nulis skripsi. makanya memutuskan untuk nulis lagi hari ini.

terakhir liat tulisan diblog itu tanggal 22 Desember 2012 dan itu artinya udah 3 bulan yang lalu. lama juga yaa..

tiga bulan itu bukan waktu yang singkat, tapi jadi beneran singkat gara-gara skripsi. serius gue, ini penting banget buat ditulis :|

sebenernya ini juga ngga tau apa yang mau ditulis karena sebenernya cuman jari yang gatel nulis tapi otaknya kagak. otak saya cuma penuh sama Mr. Skripsi doang =="

oh cerita ini aja deh berhubung abis nonton tadi sama si gita, Madre. Madre itu film yang diangkat dari salah satu cerita dari kumpulan cerita yang berjudul sama, Madre, karangan Dewi Dee Lestari. Madre termasuk film sangat baru karena baru banget rilis hari ini, 28 Maret 2013. masih anget-anget pup ayam kan? :p

 

Judul: Madre
Sutradara: Benni Setiawan
Pemain: Vino G. Bastian, Laura Basuki, Didi Petet, dll.
Tanggal rilis: 28 Maret 2013

jadi begini ceritanyaa..

Tansen (Vino G. Bastian) yang seorang surfer dan pecinta kebebasan tiba-tiba harus menghadapi kematian kakeknya. kakeknya ini pergi dengan memberikan sebuah warisan berupa kunci pada Tansen. kunci itu akhirnya membawa Tansen pada madre, setoples biang roti yang diwariskan kepada Tansen dari kakeknya. kakeknya Tansen ini dulunya adalah seorang pembuat roti dan memiliki toko roti yang terkenal pada tahun 1960-an, Tan De Bakker. sayangnya toko roti ini akhirnya bangkrut dan berhenti beroperasi selama sepuluh tahun sebelum akhirnya kakek Tan meninggal.

Tansen ngga ngerti sama sekali apa istimewanya biang roti ini sampe dia mau ngejual aja ke Mei (Laura Basuki), seorang wanita pemilik toko roti Fairy Bread. btw, Tansen itu hobi nulis diblog dan Mei adalah pembaca setia blognya Tansen. Mei memang sangat terobsesi dengan madre karena suatu hal (yang kepo suatu halnya ini apa, bisa tonton aja langsung film-nya). tapi karena melihat Pak Hadi (pekerja setia sekaligus penghuni di Tan De Bakker) dan mantan pekerja Tan De Bakker (terdiri dari 3 nini-nini dan seorang aki) akhirnyaa Tansen tidak jadi menjual madre ke Mei. Tansen memilih untuk kembali pada kehidupannya yang lama sebagai seorang surfer yang bebas dan tidak terikat dan memberikan madre pada Pak Hadi.

singkat cerita, Mei menemui Tansen di Bali. bukan untuk membeli madre, tetapi untuk mengajaknya memikirkan masa depan madre sekaligus masa depan Tansen dan Tan De Bakker. Tansen akhirnya kembali ke Bandung, kota tempat Tan De Bakker berada dengan mengikuti saran Mei, yaitu membuat madre berguna bagi orang banyak. Tan De Bakker akhirnya bekerja sama dengan Fairy Bread dengan menyuplai roti-roti ke toko tersebut. Tan De Bakker menggeliat sedikit demi sedikit meskipun masih berada di bawah naungan Fairy Bread.

sebuah film itu ngga akan seru kalo ceritanya lurus adem ayem aja dari awal sampe abis. madre pun juga begitu. konflik terjadi ketika Tansen menghadiri rapat pemegang saham Fairy Bread dan salah satu pemegang saham di sana (yang juga calon suami dari Mei) menyuruh Tansen untuk menjual madre ke mereka. Tansen tidak terima dan akhirnya memilih untuk memutuskan hubungan kerja sama antara Tan De Bakker dengan Fairy Bread. putusnya kerja sama ini juga bikin hubungan Tansen dan Mei memburuk. memang dari awal film udah mulai tumbuh tuh rasa-rasa suka di antara Tansen dan Mei, dan Tansen kecewa karena ternyata Mei sudah memiliki calon suami.

Tansen akhirnya memikirkan ulang kembali langkah yang selama ini ia ambil. ia sadar bahwa yang menarik dirinya untuk kembali ke Bandung, ke Tan De Bakker, dan ke madre adalah Mei. dan ketika mengetahui Mei akan segera menikah, Tansen akhirnya kehilangan alasan untuk tetap berada di Bandung. ia memilih kembali ke kehidupan lamanya, menjadi surfer yang mencintai kebebasan dan senang mencari ombak-ombak ganas untuk ditaklukkan. Mei juga memilih untuk keluar dari Fairy Bread dan membantu Pak Hadi serta pekerja lainnya untuk menghidupkan kembali Tan De Bakker sampai akhirnya Tan De Bakker kembali menjadi toko roti yang "hidup". bagaimana dengan kehidupan Tansen selanjutnya? bagaimana kelanjutan hubungan antara Mei dan Tansen? well, hanya penulisnya aja yang tahu. serius gue! sekian!

haha. overall ceritanya agak datar sih yaa --' pelis ini opini pribadi jadi kalo ada yg ngga suka yaaa sudah :D film ini menurut saya terselamatkan karena karakter Tansen yang diperanin Vino G. Bastian yang kocak dan agak nyeleneh. sisanya saya beneran ngga ngerti. apa mungkin karena saya ngga ngerti apapun soal roti dan embel-embelnya kali yaa..

*Madre dalam bahasa Spanyol artinya Ibu. dan bisa dibilang Madre adalah ibu dari roti-roti Tan De Bakker

jadi kalo untuk rating pribadi 2/5..

yang penasaran sama filmnya, bisa nonton trailernya dulu..


sekian hari ini. selamat malam..

gals