Lulus! :"

Tuesday, June 25, 2013

halooo selamat pagi..

sudah berapa bulan yaa saya tidak menulis di sini. tolong jangan salahin saya yang males tapi salahin si Mr. S yang minta banget cepetan diselesaiin daaaaannnn alhamdulillah akhirnya Mr. S1 dan Mr. S2 udah selesai (: walaupun hasilnya tidak sebaik sempurna tapi tetep bersyukur akhirnya bisa selesai semua rangkaian di semester akhir.

kemarin itu tanggal 24 Juni 2013 tepat pukul 5.05PM ketua sidang saya memutuskan kalau saya lulus dan berhak untuk menyandang gelar sarjana humaniora yang kalo disingkat jadinya S.Hum :" alhamdulillah perjuangan 4 tahun di kampus perjuangan (juga) akhirnya selesai. 

dosen-dosen saya juga bilang, walaupun perjuangan di kampus ini sudah selesai, tapi perjuangan yang sebenarnya baru dimulai. memang bisa dibilang ketika di kampus itu kita seperti diberi pelatihan untuk kemudian dilepas ke dunia kerja. sama seperti hewan dalam penangkaran yang dilatih untuk kemudian dibebaskan di alam bebas. manusia juga sama. hanya bedanya alam bebas manusia ini adalah kehidupan. kehidupan secara keseluruhan.

well, sebenernya hari ini cuma mau posting soal Mr. S2 ini aja sih. selama di dalem ruangan alhamdulillah presentasi lancar. nah pas sesi tanya jawab. jreeennggg gokil emang yah dosen-dosen. udah dilatih banget buat kritis kali yah. dan kritis-nya mereka ini bikin saya merasa terjebak, sampe-sampe pas keluar saya ketawa-tawa sendiri karena merasa dibegoin gitu :D

tapi apapun yang terjadi, paling ngga saya sudah lulus walaupun revisian menanti di depan :D


ki-ka: pembimbing, penguji, saya, penguji, panitera
 
akhir kata untuk tulisan saya hari ini, terima kasih banyak untuk Pak Zulfikar selaku dosen pembimbing, Pak Sumaryanto dan Ibu Utami selaku dosen penguji, dan Kak Anton selaku dosen panitera. terima kasih banyak (":

best regards,
gals

ps. Mr S1= skripsi, Mr. S2= sidang :D

Madre (review)

Thursday, March 28, 2013

haloo selamat sore menjelang malam..

ngga tahu ini kenapa tiba-tiba mau nulis lagi. mungkin karena latah gara-gara abis nonton Madre, yang si pemeran utamanya suka banget ngeblog. mungkin juga stres karena mikirin skripsi dan si papi pembimbingnya. atau mungkin juga gara-gara hujan jadi mellow-mellow gimanaa gitu. haha. tapi dari mungkin-mungkin di atas cuma ada satu yang pasti, saya kangen nulis skripsi. makanya memutuskan untuk nulis lagi hari ini.

terakhir liat tulisan diblog itu tanggal 22 Desember 2012 dan itu artinya udah 3 bulan yang lalu. lama juga yaa..

tiga bulan itu bukan waktu yang singkat, tapi jadi beneran singkat gara-gara skripsi. serius gue, ini penting banget buat ditulis :|

sebenernya ini juga ngga tau apa yang mau ditulis karena sebenernya cuman jari yang gatel nulis tapi otaknya kagak. otak saya cuma penuh sama Mr. Skripsi doang =="

oh cerita ini aja deh berhubung abis nonton tadi sama si gita, Madre. Madre itu film yang diangkat dari salah satu cerita dari kumpulan cerita yang berjudul sama, Madre, karangan Dewi Dee Lestari. Madre termasuk film sangat baru karena baru banget rilis hari ini, 28 Maret 2013. masih anget-anget pup ayam kan? :p

 

Judul: Madre
Sutradara: Benni Setiawan
Pemain: Vino G. Bastian, Laura Basuki, Didi Petet, dll.
Tanggal rilis: 28 Maret 2013

jadi begini ceritanyaa..

Tansen (Vino G. Bastian) yang seorang surfer dan pecinta kebebasan tiba-tiba harus menghadapi kematian kakeknya. kakeknya ini pergi dengan memberikan sebuah warisan berupa kunci pada Tansen. kunci itu akhirnya membawa Tansen pada madre, setoples biang roti yang diwariskan kepada Tansen dari kakeknya. kakeknya Tansen ini dulunya adalah seorang pembuat roti dan memiliki toko roti yang terkenal pada tahun 1960-an, Tan De Bakker. sayangnya toko roti ini akhirnya bangkrut dan berhenti beroperasi selama sepuluh tahun sebelum akhirnya kakek Tan meninggal.

Tansen ngga ngerti sama sekali apa istimewanya biang roti ini sampe dia mau ngejual aja ke Mei (Laura Basuki), seorang wanita pemilik toko roti Fairy Bread. btw, Tansen itu hobi nulis diblog dan Mei adalah pembaca setia blognya Tansen. Mei memang sangat terobsesi dengan madre karena suatu hal (yang kepo suatu halnya ini apa, bisa tonton aja langsung film-nya). tapi karena melihat Pak Hadi (pekerja setia sekaligus penghuni di Tan De Bakker) dan mantan pekerja Tan De Bakker (terdiri dari 3 nini-nini dan seorang aki) akhirnyaa Tansen tidak jadi menjual madre ke Mei. Tansen memilih untuk kembali pada kehidupannya yang lama sebagai seorang surfer yang bebas dan tidak terikat dan memberikan madre pada Pak Hadi.

singkat cerita, Mei menemui Tansen di Bali. bukan untuk membeli madre, tetapi untuk mengajaknya memikirkan masa depan madre sekaligus masa depan Tansen dan Tan De Bakker. Tansen akhirnya kembali ke Bandung, kota tempat Tan De Bakker berada dengan mengikuti saran Mei, yaitu membuat madre berguna bagi orang banyak. Tan De Bakker akhirnya bekerja sama dengan Fairy Bread dengan menyuplai roti-roti ke toko tersebut. Tan De Bakker menggeliat sedikit demi sedikit meskipun masih berada di bawah naungan Fairy Bread.

sebuah film itu ngga akan seru kalo ceritanya lurus adem ayem aja dari awal sampe abis. madre pun juga begitu. konflik terjadi ketika Tansen menghadiri rapat pemegang saham Fairy Bread dan salah satu pemegang saham di sana (yang juga calon suami dari Mei) menyuruh Tansen untuk menjual madre ke mereka. Tansen tidak terima dan akhirnya memilih untuk memutuskan hubungan kerja sama antara Tan De Bakker dengan Fairy Bread. putusnya kerja sama ini juga bikin hubungan Tansen dan Mei memburuk. memang dari awal film udah mulai tumbuh tuh rasa-rasa suka di antara Tansen dan Mei, dan Tansen kecewa karena ternyata Mei sudah memiliki calon suami.

Tansen akhirnya memikirkan ulang kembali langkah yang selama ini ia ambil. ia sadar bahwa yang menarik dirinya untuk kembali ke Bandung, ke Tan De Bakker, dan ke madre adalah Mei. dan ketika mengetahui Mei akan segera menikah, Tansen akhirnya kehilangan alasan untuk tetap berada di Bandung. ia memilih kembali ke kehidupan lamanya, menjadi surfer yang mencintai kebebasan dan senang mencari ombak-ombak ganas untuk ditaklukkan. Mei juga memilih untuk keluar dari Fairy Bread dan membantu Pak Hadi serta pekerja lainnya untuk menghidupkan kembali Tan De Bakker sampai akhirnya Tan De Bakker kembali menjadi toko roti yang "hidup". bagaimana dengan kehidupan Tansen selanjutnya? bagaimana kelanjutan hubungan antara Mei dan Tansen? well, hanya penulisnya aja yang tahu. serius gue! sekian!

haha. overall ceritanya agak datar sih yaa --' pelis ini opini pribadi jadi kalo ada yg ngga suka yaaa sudah :D film ini menurut saya terselamatkan karena karakter Tansen yang diperanin Vino G. Bastian yang kocak dan agak nyeleneh. sisanya saya beneran ngga ngerti. apa mungkin karena saya ngga ngerti apapun soal roti dan embel-embelnya kali yaa..

*Madre dalam bahasa Spanyol artinya Ibu. dan bisa dibilang Madre adalah ibu dari roti-roti Tan De Bakker

jadi kalo untuk rating pribadi 2/5..

yang penasaran sama filmnya, bisa nonton trailernya dulu..


sekian hari ini. selamat malam..

gals

Hi, December 21 (:

Saturday, December 22, 2012


Halooo selamat pagi Desember ke 22. kemarin, tepatnya tanggal 21 Desember saya tepat berusia 21 tahun (terus kenapa, gal?). hahaha. umur 21 tahun itu adalah gerbang kedewasaan kalo kata orang-orang. kalo umur 17 tahun kan hanya umur untuk bisa dapet KTP tapi kalo 21 itu benar-benar umur menuju pendewasaan diri. harapan saya sendiri diumur yang kesekian ini yang jelas harus jadi pribadi yang lebih baik dan lebih berguna untuk orang lain terutama keluarga. dan semoga bisa lulus bareng-bareng temen PSIP UI 2009 yang lain. amiin..

ah yaa kemarin itu mau terima kasih ke banyak orang. buat temen-temen mulai dari SD-kuliah, terima kasih banyak atas ucapannya. yang ngucapin di facebook, twitter, SMS, BBM, dan whats app udah saya bales-balesin semua yaa. terima kasih juga wishes-nya. semoga doa yang baik juga kembali lagi pada kalian. terima kasih teman-teman terbaik sayaaa donna, nadia, munad, mano, gita, novi, maria, dan adel, spesial buat donna, makasih buat videonya, novi dan gita makasih voice note-nyaa. terima kasih juga buat panitia UI Bookfest 2012 yang kemarin makan-makan buat pembubaran panitia, anggep aja itu juga traktiran dari saya. hahaha becanda ding, kalo Shinta sama Bela baca ini saya pasti udah digeprak ini. terus makasih juga buat pustakawan UI bagian pengolahan atas ucapannya dan terutama Bu Ami atas brownis coklatnya. hahaha kemaren tuh bener-bener ulang tahun ngga modal saya deh :p

ah ya ada 1 lagu yang saya jadiin theme song untuk tanggal 21 kemaren. yaitu lagunya SNSD yang judulnya Stay Girls.


Stay Girls - Girls Generation (SNSD)


anata to no deai de,
dono kurai watashi wa kawareta no darou?
jibun de wa mienai no
akogareta sugata ni chikazuiteru no?

Wanna be, wanna be,suteki na
Gonna be, gonna be,otona ni
nareru you ni itai, demo

Be ladies, but we
Stay girls
kokoro wa hold on
yume miru kimochi wo
ushinawanai de iru kara
Stay girls itsu mademo
arukidashita hi no you ni
We wanna stay girls
We wanna stay girls

warattari, naiteitari
omoidashitara afuredasu kono memories
donna hi mo, donna toki mo
anata no koe ni sasaerareta

Every day, every day, hitori ja
All the way, all the way nai kara
tadori tsuketa, kono basho ni

Be ladies, but we
Stay girls
mujaki na pure hearts
donna mirai ni itatte
kawaranai mama de iyou ne
Stay girls
hitamuki na brave hearts
hanasanai kara, zutto
We're gonna stay girls
We're gonna stay girls

Wanna be, wanna be movin' on
Gonna be, gonna be only one
Gotta go, gotta go, wow wow

Be ladies, but we
Stay girls
chikatta one thing
yume wo kanaeru made,
akirametari wa shinai yo
Stay girls dakara anata mo,
sono hitomi no mama de...

Be ladies, but we
Stay girls
kokoro wa hold on
yume miru kimochi wo,
ushinawanaideiru kara,
Stay girls itsu made mo,
arukidashita hi no you ni,
We wanna stay girls
We’re gonna stay girls



Translation


After meeting you
I wonder how much I have changed?
I can’t see it myself, but
Have I become closer to the person that I admire?

Wanna be, wanna be, I want
Gonna be, gonna be, to become
A wonderful adult, however

Be ladies, but we
Stay girls
Hold on to our hearts
Because we haven't lost
The feelings to dream,
Stay girls forever
Like the days we walked forth
We wanna stay girls
We wanna stay girls

Laughing and crying,
When I remember, these memories pour out
No matter the day, no matter the time,
Your voice supported me.

Everyday, everyday, because I
All the way, all the way, wasn’t alone
I was finally able to reach this place.

Be ladies, but we
Stay girls
Innocent, pure hearts
no matter what the future holds
Don't change who you are
Stay girls
Earnest, brave hearts
Because we will never let go
We're gonna stay girls
We're gonna stay girls

Wanna be, wanna be movin' on
gonna be, gonna be only one
gotta go, gotta go, wow wow

Be ladies, but we
Stay girls
I promised one thing
Until my dream comes true
I will never give up
Stay girls so, you too,
Stay like that with those eyes...

Be ladies, but we
Stay girls
Hold on to our hearts
Because we haven't lost
The feelings to dream,
Stay girls forever,
Like the days we walked forth
We wanna stay girls
We're gonna stay girls





 
best regards
gals
 

cr:  WonderfulGeneration.net (lyric and translation), yuldori801 (video snsd)

Mandalawangi Pangrango

Monday, December 17, 2012

untuk memperingati hari lahir dan hari meninggalnya Seo Hok Gie (17 Desember 1942 - 16 Desember 1969) seorang aktivis Indonesia yang terkenal pada masanya, ini saya posting satu puisi karangan Gie yang menurut saya bagus. puisi ini saya temuin dalam buku Jejak Kampus di Jalan Alam: 40 Tahun Mapala UI. hope you all like it (:


Mandalawangi Pangrango

Senja itu, 
Ketika matahari turun ke dalam jurang-jurangmu
Aku datang kembali ke dalam ribaanmu
Dalam sepimu dan dalam dinginmu

Walau setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna,
Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan,
Dan aku terima kau dalam keberadaanmu
Seperti kau terima dalam daku

Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada,
Hutanmu adalah misteri segala
Cintaku dan cintamu adalah kebisuan semesta

Malam itu,
Ketika dingin dan kebisuan menyelimuti mandalawangi,
Kau datang kembali dan berbicara padaku
Tentang kehampaan semua

Hidup adalah soal keberanian,
Menghadapai tanda tanya tanpa kita mengerti
Tanpa kita bisa menawar
Terimalah dan hadapilah

Dan di antara ransel-ransel kosong dan api unggun yang membara
Aku terima ini semua
Melampaui batas hutan-hutanmu
Melalui batas-batas jurangmu

Aku cinta padamu, Pangrango,
Karena aku cinta pada keberanan hidup

Soe Hok Gie
19 Juli 1966