library

Libran Lyfe: a journey of an introvert librarian

Monday, November 28, 2016

Libran Lyfe: a journey of an introvert librarian


Libran Lyfe bukan sebuah blog baru. melainkan blog lama yang direname saja. saya memutuskan untuk mengganti nama dari yang sebelumnya A Cloud's Journey: where the cloud brings you dan acloudsjourney.blogspot.com dengan nama dan alamat blog yang baru. tujuan penggantian nama berikut alamatnya ini simpel sih, saya lebih ingin menunjukkan identitas saya sekaligus sedikit berbagi mengenai dunia yang sejak 2009 saya geluti, perpustakaan. kalo ngga males yaa. haha abis kadang bahasan soal perpustakaan suka serius-serius gitu sih. tapi mungkin akan lebih sering terisi dengan curahan hati sebagai seorang pustakawan kali yaa.

setelah melalui perenungan yang ngga terlalu lama terpilih lah nama Libran Lyfe. ada beberapa nama sih sebenernya yang jadi pertimbangan dan kesemuanya bermuara pada Library/Perpustakaan. Libran Lyfe terpilih karena lebih asik aja diucapkan. Libran adalah kependekan dari Librarian atau Pustakawan. karena nama Librarian terlalu panjang, jadilah saya berinisiatif memendekkannya. punten kalo menyalahi kaedah berbahasa yaa. lalu kenapa lyfe dan bukan life? lyfe di sini punya arti yang sama dengan life, tapi berhubung kata lyfe lagi trend dikalangan anak muda jadilah kata lyfe dipilih. yooii, seorang librarian harus bisa mengikuti perkembangan zaman, dong, termasuk bahasa-bahasa gaul. hahaha.

lalu anak judulnya kenapa a journey of an introvert librarian? karena memang diharapkan kedepannya blog ini bisa jadi catatan perjalanan saya sebagai seorang librarian yang introvert. iyaa, berhubung saya tipe orang yang tertutup tapi kadang pengen juga ngomong tapi ngga pandai menyampaikan lewat lisan, jadilah saya menyampaikan melalui tulisan diblog ini. gituu deh.

iyaakk demikian perkenalan singkat tentang penggantian nama ini. kalian masih bisa melihat ke-alay-an saya dari jaman masih SMA dulu kok karena saya belum memutuskan untuk menghapus atau meng-hide konten-konten lama. 

last but not least, welcome to my blog..

welcome to Libran Lyfe.

warm regards,
gals

library

Get Lost In Bangkok part 5

Friday, March 18, 2016

aaahhh akhirnya selesai juga nulis part terakhir dari rangkaian perjalanan saya dan donna ke Bangkok Agustus lalu. udah basi banget sih emang, tapi rasanya ada yang ngeganjel gitu kalo belum kelar nulisnya. heuheu. Part 5 will be the last part of our journey, kkkk. dont be sad, i will back again with another story of my journey, insya Allah.

Senin, 17 Agustus 2015
Yeaayyy dirgahayu Indonesia yang ke-70 tahun. for the first time of my life, merayakan hari kemerdekaan di luar tanah air. beda pastinya. ngga ada yang namanya bendera merah-putih berkibar, iyaa lah yaaa. da tapi mah di Bangkok ngga perlu nunggu sampai mendekati hari kemerdekaan juga mereka banyak yang memasang bendera negaranya. ngga ada nonton upacara bendera di tv. ngga denger lagu Indonesia Raya berkumandang #soknasionalis hahaha.

baiklah ini adalah hari terakhir saya dan donna di Bangkok. hari ini memang sudah direncanakan akan jadi Library Visit Day. tujuan kita hari ini memang hanya perpustakaan-perpustakaan sekitaran Bangkok saja. tujuan pertama pagi ini adalah National Library of Thailand. berhubung ngga tau bus apa yang harus ditumpangi, kita memutuskan naik taksi. setelah hitung-hitungan memang harga taksi dan tuktuk ke sana itu memang tidak jauh berbeda.

sampai di National Library of Thailand ternyata sebagian gedung perpustakaan sedang direnovasi sehingga berdampak pada koleksi yang dapat diakses. kita jadi cuma akses ke ruangan yang paling umum aja yaitu ruang koleksi umum. untuk aksesnya bebas kok, bahkan kita diperkenankan membawa tas ke dalam ruangan. registrasi bagi pengguna yang baru pertama kali menggunakan perpustakaan cukup mudah yaitu hanya dengan mengisi formulir yang mereka sediakan berikut foto kopi kartu pelajar.

sistem yang diterapkan adalah tertutup. sehingga kita harus lebih dahulu mengetahui buku apa yang hendak kita baca/pinjam di tempat. kita bisa searching melalui katalog online yang tersedia di sana. kemudian tuliskan judul buku berikut nomor panggilnya. barulah setelah itu menghubungi pustakawan terkait untuk kemudian oleh mereka dicarikan buku yang kita maksud. apabila ingin mengembalikan lagi ke tempatnya bisa langsung memberikannya pada pustakawan yang tadi lagi. dan apabila kemudian kita ingin meminjam untuk dibawa pulang kita hanya tinggal membawanya ke bagian sirkulasi saja.


 tampak dalam perpustakaan

sistem perpustakaannya tertutup jadi gabisa bebas aksesnya

buku yang iseng-iseng kami pinjam, tapi lupa yang kartu angka 6 itu fungsinya apa

suasana reading room


tempat mengambil dan mengembalikan buku


circullation desk

saya dan donna hanya melihat-lihat sekilas saja karena kondisi perpustakaan tidak memungkinkan untuk dijelajahi karena sedang renovasi. dua jam berada di sana, kami pun memutuskan untuk keluar dan mencari makan siang karena jam sudah menunjukkan pukul 1 siang. saya dan donna memilih untuk naik taksi lagi ke daerah Ratchatewi. konon katanya di sana ada restoran halal bernama Farida Fatornee. kebetulan juga kita dapet sopir taksi yang asik banget diajak ngobrol, malah mungkin dia yang atraktif mengenalkan sudut-sudut kota bangkok pada kita. sampai-sampai si sopir ini kemudian nawarin kita untuk mengantar ke bandara karena kebetulan malam ini kita memang akan kembali ke Indonesia. karena takut kena scamming, saya dan donna pun menolaknya yang kemudian kita sesali belakangan.

Restoran Farida Fatornee adalah salah satu dari beberapa restoran halal di daerah Ratchatewi, Bangkok. makanan yang dijual adalah makan Thailand dan Melayu. selain itu di daerah Ratchatewi juga ada masjid dan Kedutaan Besar Republik Indonesia sehingga daerah ini bisa dibilang menjadi pusat kebudayaan islam di Bangkok. ngga perlu sok-sokan nginggris di restoran ini karena ternyata si penjualnya lebih mahir berbahasa Melayu dibanding Inggris T.T

setelah perut terisi penuh kami berjalan-jalan di daerah sekitar sana sembari mencari letak Kedubes Republik Indonesia. setelah ketemu pun kita cuma foto di depannya aja karena mau masuk juga kan ngga ada urusan apa pun.


 donna di depan KBRI

jujur aja kita berdua nggak punya tujuan lagi setelah dari National Library dan makan siang di Ratchatewi. cuma sempet kepikiran untuk mampir di dekat Hua Lamphong Station itu ada Perpustakaan gitu. Perpustakaan ini terbuat dari gerbong-gerbong kereta yang sudah tidak terpakai. tempatnya yang asri dan tertutup dengan pohon-pohon rindang pun membuat kita berdua makin tertarik untuk berkunjung dengan salah satu alasannya adalah istirahat sejenak dari panasnya kota Bangkok yang menggila.

tidak lama juga kita di perpustakaan ini dikarenakan ada seekor anjing yan tengah terlelap tidur di dekat pintu masuk gerbong cukup membuat nyali saya dan donna ciut untuk mengeksplor perpustakaan unik ini lebih dalam lagi. kondisi perpustakaan yang sepi juga membuat kami kebingungan untuk mencari informasi terkait perpustakaan ini. hanya sekitar 15 menit kami di sana, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan untuk membeli makanan dan minuman khas Thailand di supermarket terdekat dari hotel tempat menginap.


 perpustakaan dari bekas gerbong kereta

 bagus yaaa eksteriornya

 interior perpustakaan

interior perpustakaan

pukul setengah lima kami sudah kembali ke hotel dan mengambil koper yang sudah kami titipkan sebelumnya karena waktu check out hotel maksimal adalah pukul 12 siang. untunglah pihak hotel berbaik hati mengizinkan kami menitipkan koper. setelah packing kembali, pukul 5 tepat kami berpamitan kepada resepsionis hotel. tukang parkir hotel tersebut berbaik hati memanggilkan kami taksi.

BUT drama dimulai dari sini. hampir 15 menit lebih kami menunggu di dalam hotel namun si tukang parkir tidak kunjung menampakkan hidungnya, apalagi taksi yang dia janjikan. karena takut tidak kekejar akhirnya kami berjalan ke jalanan di depan hotel. si tukang parkir beralasan tidak ada sopir yang mau mengantar entah apa alasannya. saya dan donna akhirnya memutuskan untuk menyetop taksi secara random dan sopirnya mau-mau aja tuh mengantar kita ke Makkasan Station. dari Makkasan Station kami menyambung naik Airport Rail Link sampai Suvarnabhumi Airport.

drama belum selesai. jalanan Bangkok kurang bersahabat dengan kami. yup, kami akhirnya merasakan kemacetan Bangkok yang sesungguhnya. deg-degan banget takut ngga kekejar pesawatnya. ditambah lagi ternyata suasana Makkasan Station sangat ramai sampai-sampai kami tidak kebagian ARL yang pertama ketika kami tiba dan harus menunggu kereta kedua. kurang lebih 45 menit perjalanan, pukul setengah 7 sampailah kami di Airport. berjalan setengah berlari menuju konter check in. mbak-mbak di konter check in-nya pun sudah berkata kalau kami harus bergegas karena terminal keberangkatan kami cukup jauh. pikir kami berdua, sejauh apa sih terminalnya karena anggapan kami akan sama saja seperti di Soekarno Hatta.

meskipun ketika melewati mesin pemindai bagasi saya diminta melepas sepatu karena sepatu saya berjenis sneakers wedges tetapi tidak membutuhkan waktu lama. waktu sudah menunjukkan pukul 7 tepat. dan di sinilah puncak drama terjadi, counter imigrasi. antrian yang mengular sangat panjang membuat saya dan donna keringat dingin. takut-takut ketinggalan pesawat banget. antrian semakin lama semakin maju dan sampailah giliran donna. donna lolos. setelah donna giliran saya dan saya tidak lolos karena tidak berhasil menunjukkan bukti keluar yang berupa kertas kecil yang kita isi di pesawat ketika berangkat lalu distempel di imigrasi ketika datang. karena pada saat paspor dikembalikan pun saya tidak menerima bukti tersebut. saya diminta untuk keluar dari antrian dan mengisi ulang formulir imigrasi tersebut. waktu sudah menunjukkan pukul 7.35. 10 menit lagi pesawat boarding. bayangkan! tangan udah gemeteran parah. saya mengambil nafas dan mencoba mengisi formulir tersebut dengan tenang walaupun hati udah deg-degan ngga karuan, keringet dingin membanjir, dan ah rasanya campur aduk deh.

karena tidak mungkin mengantri dari awal lagi, sudah bisa dipastikan saya dan donna akan ketinggalan pesawat kalau saya mengantri dari awal. saya pun memberanikan diri untuk meminta izin mendahului antrian kepada seorang turis yang melihat fisiknya sepertinya berasal dari India. ia pun mengizinkan saya antri di depannya. ketika mengantri itu, seorang bapak asal Tiongkok di depan saya pun menanyakan masalah saya dan saya jelaskan kalau saya hampir tertinggal pesawat sembari menunjukkan tiket saya. si bapak ini kemudian mengizinkan saya untuk antri di depan dia. Masya Allah rasanya campur aduk bgt. seneng dan bersyukur. bless them, God. saya tidak berhenti mengucapkan terima kasih begitu petugas imigrasi menyetempel paspor saya dan ketika mereka berdua berteriak, "YOU SHOULD RUN!!"

kami bergegas berlari menuju terminal keberangkatan yang dimaksud. dan di sinilah saya menyesal pernah berpikiran sejauh apa sih terminal keberangkatan kami. karena kenyataannya memang sangat jaauuhhhhhh. ada sekitar 500 meter lebih kami berlari. jauh banget kan. ngga ada yang namanya waktu untuk mengagumi kebesaran bandara ini atau sekedar menikmati toko-toko di sepanjang bandara. kami sibuk berlari bahkan beberapa kali menabrak orang yang lewat. bahkan ketika sudah tiba diterminal yang dimaksud pun kami masih harus berlari sampai ujung karena memang letak gate-nya ada di paling ujung terminal. donna menyerah dan menyuruh saya meninggalkannya. halah pokoknya kita drama banget deh! seorang crew dari Tiger pun berjalan sambil memegang tulisan bahwa pesawat kami sudah melakukan final call. saya katakan padanya kalau ada salah seorang teman yang masih tertinggal di belakang. ia pun mengangguk dan menyuruh saya untuk masuk duluan ke pesawat dan dia akan menunggu. tidak lama donna pun muncul, dan ternyata bukan hanya kami berdua yang hampir tertinggal pesawat. masih ada 2 orang lainnya yang juga harus mengalami drama yang saya dan donna alami, almost left by the plane.

sudah bisa dipastikan sih kita berempat jadi pusat perhatian karena datang dalam keadaan nafas tidak stabil alias ngos-ngosan. drama belum berakhir. sepanjang perjalanan Bangkok-Singapura saya mencoba tidur karena kelelahan sehabis berlari tadi, namun gagal dikarenakan beberapa kali turbulensi yang pesawat alami. udah lirik-lirikan sama donna takut kenapa-kenapa, tapi alhamdulillah kami tiba di Changi sekitar pukul 11 malam. kami bermalam di Changi karena penerbangan berikutnya baru akan berangkat pukul 8 pagi keesokan harinya. begitu tiba seperti biasa kami melalui proses imigrasi dan lain-lain. setelah mengaktifkan wifi yang tersedia gratis di bandara, banyak pesan dari keluarga dan teman-teman yang bertanya mengenai keadaan kami. pada saat itu juga kita baru tahu kalau telah terjadi ledakan bom di Bangkok.


 bermalam di Changi

what a busy morning in Changi

syukur nggak pernah berhenti kita ucapkan karena sudah keluar dari Bangkok ketika bom terjadi. jika saja bom tersebut meledak beberapa jam lebih awal, mungkin kami berdua bisa menjadi salah satu korbannya karena siang hari kami memang melewati daerah sana. begitupun ketika terjadi bom susulan di Sathorn Pier beberapa hari kemudian, jika kejadiannya terjadi 3 hari lebih awal bisa jadi juga kami berdua menjadi korbannya. that's why Bangkok adalah perjalanan yang luar biasa untuk saya pribadi. 

Sekian!!!

sampai bertemu lagi di perjalanan lainnya..


baca juga:
1. Get Lost in Bangkok part 1
2. Get Lost in Bangkok part 2
3. Get Lost in Bangkok part 3
4. Get Lost in Bangkok part 4  
 
gals


library

Get Lost in Bangkok part 4

Monday, November 16, 2015

baiklaahh langsung dilanjut lagi yaa cerita kami berdua waktu ke Bangkok kemarin. dan maaf buat update-an yang zuper lama ini. well yaaa there are sooo many things happened in past few months.

Minggu, 16 Agustus 2015

ada yang berbeda dengan Bangkok hari ini. setelah selama beberapa hari di Bangkok kita selalu nonton berita yang isinya tentang event fun bike gitu, hari ini adalah hari pelaksanaan kegiatan tersebut. nama acaranya adalah Bike For Mom. konon katanya, acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun ratu mereka yang ke 83. wiihh panjang umur yaa Ratu mereka. saya sama donna tidak berkesempatan sih untuk ikutan event ini. tahu kalo bakal ada event ini juga setelah ada di Bangkok. (lagian mana ada orang bawa2 sepeda ke luar negeri)

jadi hari minggu ini bila mengikuti itinerary kita akan mengunjungi Madame Tussauds Museum, kemudian jalan-jalan di wilayah Siam, lalu ke Pratunam Market, dan kemudian menghabiskan malam di Asiatique Riverfront. tapiiiiiii kenyataan tidak berjalan sesuai dengan rencana. setelah di hari sebelumnya kita gagal ke National Museum, jadi itinerary agak sedikit diubah yaitu ke National Museum lebih dulu. trus, karena penasaran sama event Bike For Mom tadi saya juga mengajak Donna untuk mampir sebentar ke Sanam Luang hanya untuk sekedar melihat-lihat proses pendaftarannya saja.

dari hotel kita memilih untuk naik tuk tuk menuju National Museum. dan hari ini Bangkok berubah menjadi lautan biru langit karena memang banyak orang Bangkok yang memakai kaos bertemakan Bike For Mom yang berwarna biru langit tersebut. di Sanam Luang yang letaknya berseberangan dengan National Museum lebih ramai lagi dengan orang-orang berkaos Bike For Mom sambil mengayuh sepeda mereka. dan belakangan karena lagi suka gowes juga bikin amaze sendiri sih ngeliatnya.

singkat cerita kitaa akhirnya masuk ke National Museum dan langsung diarahkan oleh seorang petugas untuk ke loket pembelian tiket. pas ngeliat harga tiketnya tercenganglah kita. berdasarkan hasil searching-searching konon katanya harga tiket masuk ke National Museum hanya sekitar THB50. tapiiiiii diloket pas di sana tertera kalau harga tiket masuknya itu kalo ngga salah THB200. duh sedih banget. akhirnya kita ngga jadi masuk dan memilih untuk foto-foto diluar bangunannya aja.

emang salah kita juga sih karena dihari sebelumnya itu ngga itung-itungan dulu sama belanjaan di Cathuchak Market. kita baru tahu pas lagi makan sore karena setelah dicek, duit udah sangat menipis sementara kita masih ada 2 hari lagi di Bangkok. disitulah kita kelabakan gimana caranya menghemat uang. dan yaa, jadi karena persediaan uang menipis akhirnya kita memilih untuk mengorbankan National Museum dan Pratunam Market, karena ngga mungkin kan kita belanja-belanja lagi.

National Museum of Thailand

dan inilah tampak luar dari National Museum of Thailand

tidak lama di taman National Museum, kita memutuskan ke Sanam Luang sekedar untuk foto-foto beberapa orang yang berpartisipasi aja, eh tapi malah diajak foto bareng. yasudah deh..

 Sanam Luang, salah satu spot pendaftaran

cyclists who participated the Bike For Mom event

doi ngajak foto bareng. yaudeh,,

kakek ini sudah tua tapi tidak menyurutkan semangatnya untuk ikutan event ini

dari Sanam Luang kita naik tuk tuk lagi ke stasiun MRT Hua Lamphong, lalu transit di stasiun MRT Si Lom untuk kemudian pindah naik BTS dari Stasiun Sala Daeng dan turun langsung di Stasiun BTS Siam. dari situ kita jalan kaki ke Siam Square tempat di mana Madame Tussauds berada.

btw, di Stasiun MRT Hua Lamphong ada semacam mini museum gitu yang isinya berupa foto-foto mengenai pembangunan MRT di Bangkok.

 Mini Museum di Stasiun MRT Hua Lamphong

 ini adalah batu pondasi pertama pembangunan MRT di Bangkok

jangan lupa beli tiketnya di mesin ini yaa..

Madame Tussauds Museum merupakan sebuah wax museum pertama yang ada di Asia Tenggara sebelum kemudian akhirnya Singapore juga memilikinya. beruntung saya dan donna sudah lebih dulu pesan tiket via online dan memilih tiket yang diskon hingga hampir 50% karena membelinya online dan datang sebelum pukul 12 siang. jadiii persediaan uang yang menipis tidak terpakai.

setelah registrasi kita akhirnya diizinkan masuk, setelah sebelumnya harus meletakkan botol minuman yang dibawa di meja yang disediakan karena kita tidak diizinkan untuk membawa makan dan minum ke dalam museum. di dalam museum ada banyak replika yang menyerupai aslinya dari tokoh-tokoh maupun artis-artis yang memang terkenal di mancanegara. dan Indonesia patut bangga karena founding father kita, Bapak Ir. Soekarno diberikan kehormatan untuk dibuat replikanya dan dipamerkan di museum ini. dan selanjutnya biarkan gambar yang banyak berbicara, tapi maap yee kalo spam..

 Welcome to ...

 duh pak, ga heran deh banyak perempuan yang naksir. senyumnya itu loohh..

 sespri-nya Obama :p



 uhuk..

 emang cuma donna yang mampu ngangkat pake satu tangan..

 bang bang tinggi amat bang, bagi adek dikit kek bang tulangnya

 Nickhuuunnnnn... :*

 donna with nickhun



 dan donna pun menemukan setengah hatinya di sini. cieee...

 Mario Maurer



 ketika donna akhirnya bertemu dengan idolanya, kapten amerika

 saya pun bertemu idola saya, doraemon. haha jomplang bgt yaa ama donna..

 he's mine :*

ki-ka: Brad Pitt, Angelina Jolie, anak angkatnya

sorry for spamming with those photos. setelah lelah berkeliling Madame Tussauds, saya dan donna akhirnya memutuskan untuk makan siang. karena ngeliat Siam itu lumayan berkelas yaa mall-nya jadi agak ngga berani gitu buat makan di sana. dan pilihan pun jatuh pada mall yang tidak jauh dari Siam yaitu MBK Center. ditambah lagi dengan rasa penasaran dengan restoran halal yang ada di sana. jalan kaki lah kita ke MBK Center. di tengah perjalanan ngga sengaja ngeliat tempat yang menarik perhatian namanya Bangkok Art and Culture Center. dan dengan sangat singkat akhirnya kita memutuskan untuk mampir sebentar di Bangkok Art and Culture Center ini. konsep dari BACC adalah galeri seni yang dipadukan dengan mini mall gitu. jadi kalo masuk ke sini itu nuansa seninya kental banget tapi ada sedikit komersilnya dengan banyaknya coffee shop, beberapa penjual aksesoris, ada juga tempat kursus musik, tempat pembuatan scrapbook, dan lain-lain. 

Welcome to ...

daaannn kami pun juga menemukan harta karun di sini, yaitu adalaahhhh sebuah perpustakaan. namanya adalah Art Library. letaknya di lantai LG dari BACC. terbuka untuk umum. siapapun boleh masuk dan mengakses perpustakaan ini. sistem yang mereka terapkan juga open access. selain itu kita bebas membawa masuk tas dan minuman ke dalam ruangan asalkan tidak merusak koleksi. 

maap yeuh backlight



 circulation desk






 tempatnya asik banget

 Kid's corner



ini pustakawannya loh..

merasa cukup di BACC kita pun kembali ke tujuan awal yaitu makan. anaconda dalem perut udah makin meronta-ronta minta diisi soalnya. jalan lah kita ke MBK dan mencari-cari tempat makan halal. di food court lantai 5 ada 2 tempat makan halal dan di luar food court juga ada 1 restoran halal namanya Yana Restaurant. kita berdua pun memutuskan untuk makan di Yana Restaurant. pelayan di sana pun ada yang sedikit-sedikit bisa bahasa Melayu.

buat wanita juga mesti hati-hati masuk ke tempat ini. ngga tahan buat ngeborong lah pokoknya.

setelah makan siang, kita melanjutkan lagi perjalanan kita. tujuan akhir hari ini adalah Asiatique Riverfront. tempat ini lagi nge-hip banget dikalangan anak muda Thailand dan tentunya dikalangan turis mancanegara. kayaknya belum afdol kalo ke Bangkok ngga ke tempat ini. untuk menuju Asiatique, kita dari MBK mall tinggal naik BTS dan turun di Stasiun BTS Saphan Taksin, lanjut menggunakan boat dari Sathon Pier. untuk menuju Asiatique ada boat khususnya dan pastinya gratis. cuma harus sabar-sabar antrinya karena panjang bangeeett. apalagi menjelang malam. maklumlah, Asiatique itu mulai buka juga sore hari. perjalanan dari Sathon Pier menuju Asiatique tidak lebih dari 15 menit, tapi mata kita akan dimanjakan dengan suasana pinggir sungai, yang walaupun tidak bisa dibilang bagus, tapi tetap menyenangkan, apalagi kalau di malam hari. lampu-lampu dari gedung-gedung tinggi di sekitar Sungai Chao Praya memberikan keindahan tersendiri.


 Asiatique Riverfront

Asiatique at night

nungguin sunset udah kayak nungguin jodoh. udah lama ditungguin taunya kehalang yang lain, eh maksudnya kehalang awan #lahcurhat

 btw, mereka ini adalah anak-anak sekolah Thailand yang lagi mencari donasi untuk kegiatan sekolah mereka dengan memainkan alat musik tradisional khas sana.

 
ada apa sih di Asiatique sampe kayaknya tempat ini rekomen banget buat dikunjungi? banyak banget sih sebenernya yang bikin tempat ini akhirnya jadi salah satu tourist attraction di Bangkok. di sana ada berbagai macam restauran yang bisa kamu cicipi makanannya. mau yang lebih murah sedikit, ada food court. pusat perbelanjaan yang menjual berbagai macam oleh-oleh mulai dari makanan hingga fashion stuffs, wanita please pegang dompet kuat-kuat, banyak barang-barang menggoda di sini. haha. dan lain-lain deh pokoknya.
 
Karena hari udah cukup malam, kita akhirnya memutuskan untuk kembali ke hotel. Dengan menaiki boat dan melewati rute yang sama, malam itu kita pulang termalam selama di Bangkok. karena besok akan kembali ke Jakarta, jadilah kita nyicil packing. baru kemudian istirahat.

Yup, that's it buat hari ke 4 perjalanan kita di Bangkok. lanjut di part selanjutnya yaaa. dan will be our unforgettable memory for us so far..

baca juga:
Get Lost in Bangkok part 1
Get Lost in Bangkok part 2
Get Lost in Bangkok part 3
Get Lost in Bangkok part 5
  
gals