Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmus shalihat

Thursday, July 27, 2017



mungkin terlalu dini bila saya merasa excited (apalagi sebenarnya ini adalah hal biasa yang dihadapi orang, tapi entah kenapa luar biasa untuk saya). karena ke depannya saya tidak tahu kerikil atau bahkan batu besar apa yang akan menghadang. tapi untuk saat ini, biarlah saya berbahagia. membagi kebahagian ini atau sedikit mengeluarkannya.

Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmus shalihat

entah manusia macam apa saya ini bila tidak juga bersyukur dengan segala nikmat yang Allah berikan pada saya hingga saat ini. saya hanya seorang perempuan biasa saja. cenderung flat, bahkan. semua serba biasa saja.

saya tidak cantik, tapi alhamdulillah tidak cacat.

saya tidak pintar, tapi alhamdulillah tidak bodoh.

saya tidak kaya, tapi alhamdulillah segalanya cukup.

saya tidak solehah-solehah amat, tapi alhamdulillah Allah masih memberikan iman Islam pada saya.

terlalu banyak hal yang belakangan berseliweran di dalam pikiran saya. sangat banyak. mulai dari yang membuat saya bahagia hingga kecewa. semuanya membuat saya merenungkan bahwa kita sebagai manusia punya kuasa terhadap perasaan yang akan kita alami dari setiap kejadian yang Allah berikan. 

Allah mungkin punya rencana sendiri menempatkan saya di posisi ini. Ia menunda doa saya yang satu tapi mengabulkan doa yang lain.

bagi sebagian wanita, entah kenapa masih tabu di-quarter age ini masih hidup sendiri (padahal gue punya keluarga juga, ayah-ibu-adik2). saya sudah melewati tahapan tersebut. bahkan sebelum memasuki usia 25 tahun, tujuan saya masih seputar pernikahan. beruntung, Allah meneyelamatkan saya dari tujuan tersebut disaat memasuki quarter age. berkat apa yang telah terjadi dihidup saya, saya bisa lebih legowo menerima apa yang sudah Allah gariskan terhadap hidup saya. tapi bukan berarti saya bodo amat. tidak. saya tetap berusaha, namun tidak "sengotot" dulu. 

yakin.

hanya itu yang akhirnya saya tanamkan dalam diri. bahwa Allah pasti sebenarnya sudah menyiapkan, hanya belum waktunya saja giliran saya untuk menikah. dan saya bersyukur karena tiba-tiba banyak hal lain yang Allah tunjukkan dan belum saya lakukan, jadi saya mengisi waktu melalui hal-hal tersebut. 

lalu, baru-baru ini Allah berbaik hati mengabulkan doa lain yang saya pun sudah agak melupakannya. karena tiba-tiba saja hal itu ngga jadi tujuan saya lagi dalam waktu dekat. 

kembali ke kampus.

mungkin setahun belakangan saya hanya fokus mencari kerjaan yang tetap dan menghiraukan tujuan saya yang satu ini. tapi Allah belum mengizinkan saya mendapat pekerjaan yang saya inginkan dan Ia menggantinya dengan yang ini.

benarlah jika ada yang pernah berkata, "Ya Rabb buatlah aku rela dengan keputusanMu. hingga aku tidak meminta dipercepat apa yang Kau tunda, dan minta ditunda apa yang Kau percepat."

sudah lama saya mendengar kata-kata tersebut dan baru beberapa tahun kemudian saya mengerti maknanya. dan itu artinya setiap hal yang terjadi dalam hidup kita tidak serta merta kita harus tahu hikmah dari kejadian tersebut. sabar dan selalu berbaik sangka terus sama Allah, itu kunci agar kita bisa menghadapi hal-hal yang kurang mengenakkan yang terjadi dalam hidup kita.

dan kembali ke kata-kata tadi. dalam kasus saya, Allah ternyata menunda keinginan saya yang ingin menikah sebelum usia 25 tahun dan mempercepat kuliah saya. padahal saya berniat kuliah apabila sudah bisa menjadi pegawai tetap dari sebuah perusahaan, baru lah saat itu saya akan kuliah. tapi ternyata qadarullahnya seperti ini. apa yang ingin saya percepat justru ditunda Allah, dan apa yang ingin saya tunda justru dipercepat oleh Allah. dan saya tidak kecewa sama sekali karena Allah pasti punya rencana dibalik ini semua. seperti yang saya tulis sebelumnya, mungkin saya baru akan mengetahui hikmah dari hal ini seminggu, sebulan, setahun, atau mungkin beberapa tahun setelahnya.

bagaimana saya bisa tidak bersyukur dengan ini semua? meskipun Ia menunda apa yang saya inginkan, Ia tidak serta merta lepas tangan begitu saja. seolah Allah ingin berkata, aku kasih yang ini dulu ya, yang itu nanti dulu. nanti pasti aku kasih kok, tenang saja. tidak dibiarkannya saya tidak mendapatkan apapun. hanya Ia memberikannya satu per satu dan perlahan.

dan dari saya yang biasa-biasa saja ini mendapatkan apa yang luar biasa (setidaknya menurut saya), bagaimana bisa saya tidak bersyukur? nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang ingin kau dustakan? sementara Tuhanmu sudah memberikan segala nikmatnya, baik nikmat bahagia maupun kecewa.

~

gals

You Might Also Like

0 comment